PARADAPOS.COM - Sejumlah peristiwa penting di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan menjadi sorotan pada Jumat (6/2). Berita hari ini diawali dengan pembukaan rekrutmen besar-besaran untuk guru Sekolah Garuda, disusul temuan mengenai ribuan siswa di Bandung yang mengalami gangguan kesehatan mental. Selain itu, BPJS Kesehatan kembali menegaskan aturan penolakan pasien, pemerintah mendorong perbaikan data warga miskin, dan perayaan satu abad NU di Malang berhasil menarik puluhan ribu jamaah.
Rekrutmen Guru Sekolah Garuda Dibuka untuk Lebih dari 200 Formasi
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi membuka lowongan untuk tenaga pendidik dan kependidikan di empat lokasi Sekolah Garuda baru. Seleksi yang ditujukan untuk posisi kepala sekolah, guru, dan tenaga pendukung ini merupakan persiapan menyambut tahun ajaran perdana 2026/2027.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan harapannya terhadap proses rekrutmen ini. "Semoga kita akan mendapatkan talenta-talenta guru yang sangat baik untuk berkenan bergabung di dalam sekolah ini," ucapnya.
Survei Ungkap 10 Ribu Siswa di Bandung Alami Gangguan Mental
Di Kota Bandung, sebuah temuan dari survei Dinas Kesehatan setempat mengungkap persoalan serius di kalangan pelajar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebutkan, sekitar sepuluh ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA dilaporkan mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang tahun 2025.
Farhan mengonfirmasi angka tersebut dengan pernyataan yang lugas. “10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” tuturnya.
BPJS Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien Darurat
Menanggapi berbagai laporan di lapangan, BPJS Kesehatan kembali menegaskan kewajiban rumah sakit dalam menangani pasien. Lembaga tersebut menyatakan rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang memerlukan penanganan darurat, termasuk peserta JKN dengan status PBI yang nonaktif.
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan dasar aturan tersebut. "Jadi memang apapun itu (segmen peserta JKN) tidak boleh menolak untuk pengobatan, apalagi emergency, ini tidak boleh ditolak karena itu memang sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan," jelasnya.
Wamensos Dorong Pemda Perbaiki Data Warga Miskin
Pasca tragedi anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur yang diduga berkaitan dengan kesulitan ekonomi, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendesak pemerintah daerah untuk segera memutakhirkan data warga miskin. Langkah ini dianggap krusial agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
“Saya meminta kepada pemda, kepada dinas sosial, untuk proaktif melakukan pendataan terhadap saudara-saudara kita yang kurang mampu, supaya pemerintah bisa mengintervensi bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Jamaah Mujahadah Kubro Satu Abad NU Tembus 100 Ribu Orang
Gelaran akbar dalam rangka menyambut satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur berhasil menarik minat massa yang luar biasa. Hingga dua hari sebelum acara digelar di Stadion Gajayana, Malang, jumlah pendaftar jamaah Mujahadah Kubro telah melampaui 100 ribu orang.
Sekretaris PWNU Jawa Timur, HM Faqih, memberikan rincian antusiasme tersebut. “Hingga H-2 tercatat jamaah mencapai 104.541 orang atau jika dibulatkan sekitar 105 ribu orang dengan 1.100 lebih bus serta ribuan kendaraan lainnya,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Signifikan, 1 Gram Anjlok Rp110.000
BMKG Imbau Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
Bank of China Gelar Forum di Medan untuk Dorong Transaksi Rupiah-Yuan
ASEAN Gelar Perayaan Imlek Perdana di Sekretariat Jakarta, Tandai Kekuatan Budaya sebagai Perekat Kawasan