Filosofi Warna Merah dan Energi Kuda Api Warnai Perayaan Imlek 2026 di Jakarta

- Minggu, 08 Februari 2026 | 08:00 WIB
Filosofi Warna Merah dan Energi Kuda Api Warnai Perayaan Imlek 2026 di Jakarta

PARADAPOS.COM - Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili akan segera tiba, tepatnya pada Selasa, 17 Februari 2026. Momen budaya yang melampaui sekat agama ini, yang berakar pada penanggalan lunar, tidak hanya ditandai dengan kemeriahan tetapi juga simbol-simbol kaya makna. Warna merah, misalnya, bukan sekadar hiasan, melainkan representasi mendalam dari harapan akan keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan dalam menyambut tahun baru Shio Kuda Api.

Merah Lebih Dari Sekadar Warna Hoki

Dominasi warna merah dalam dekorasi, angpao, hingga pakaian selama Imlek memang sangat mencolok. Keyakinan masyarakat Tionghoa terhadap warna ini sebagai pembawa nasib baik telah mengakar kuat selama berabad-abad. Namun, filosofi di baliknya ternyata lebih kompleks dan terhubung dengan sistem kepercayaan tradisional yang mendalam.

Dalam pandangan pakar budaya, merah merupakan salah satu dari tiga warna pembawa hoki, bersama kuning dan hijau. Klasifikasi ini berakar pada Teori Lima Elemen (Wu Xing) dalam kosmologi Tionghoa, di mana setiap warna mewakili elemen dan energi tertentu.

“Merah melambangkan elemen api,” jelasnya, merujuk pada filosofi tersebut. “Kuning merepresentasikan bumi. Hijau/Biru mewakili elemen kayu. Putih menyimbolkan logam. Hitam melambangkan air.”

Lebih dari itu, merah juga dianggap sebagai warna tradisional etnis Han, yang melambangkan vitalitas, semangat juang, dan sukacita. Penggunaannya dalam perayaan Imlek adalah sebuah manifestasi harapan agar tahun yang baru dipenuhi dengan energi kehidupan yang membara dan terang bagai api.

Menyambut Energi Dinamis Shio Kuda Api 2026

Pergantian tahun ini juga menandai dimulainya siklus Shio Kuda Api. Setelah periode refleksi dan penataan ulang yang sering dikaitkan dengan tahun 2025, tahun 2026 diprediksi membawa energi yang lebih aktif dan progresif.

Kuda Api, dalam penafsiran tradisional, melambangkan keberanian, gerak cepat, dan semangat petualangan. Tahun ini didorong untuk diisi dengan tindakan nyata, kecekatan dalam membaca peluang, serta keberanian mengambil langkah strategis. Banyak yang melihatnya sebagai waktu yang tepat untuk memulai proyek baru atau beradaptasi dengan perubahan yang dinamis.

Kemeriahan Imlek 2026 di Ibu Kota

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah lokasi dan acara untuk merayakan Spring Festival 2026. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menyemarakkan suasana dan dapat dinikmati oleh seluruh warga.

Beberapa titik utama yang akan menjadi pusat keramaian antara lain kawasan SCBD dan jalan protokol yang akan dihiasi Festival Lampion, serta kawasan Sudirman-Thamrin yang akan dihidupkan oleh atraksi Barongsai yang energik selama Car Free Day atau waktu tertentu. Lapangan Banteng ditetapkan sebagai lokasi acara puncak, sementara kawasan Pecinan Glodok tetap menjadi jantung perayaan, terutama untuk rangkaian penutup Cap Go Meh.

Mengutip jadwal yang telah dirilis, perayaan puncak akan digelar pada 28 Februari 2026 di Lapangan Banteng. Sementara itu, rangkaian perayaan akan ditutup secara meriah dengan Cap Go Meh di Glodok pada 3 Maret 2026.

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang makna warna dan shio, perayaan Imlek 2026 bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga momen untuk menyelaraskan diri dengan harapan dan energi baru tahun Kuda Api.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar