PARADAPOS.COM - Partai Gerindra secara terbuka menyerukan dukungan agar Presiden Prabowo Subianto menjabat dua periode, namun tanpa menyertakan nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam seruan tersebut. Pernyataan Ketua Harian Dewan Kehormatan Gerindra, Ahmad Muzani, dalam acara ulang tahun partai itu memicu analisis dari kalangan peneliti politik. Mereka melihat langkah ini sebagai strategi untuk menjaga koalisi dengan membuka peluang bagi partai pendukung lain, sekaligus menanggapi wacana dua periode untuk pasangan lengkap yang diusung sebelumnya oleh Presiden Joko Widodo.
Analisis Politik di Balik Seruan Dua Periode
Peneliti dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, memberikan pandangannya terkait dinamika ini. Menurutnya, sikap Gerindra yang fokus pada Prabowo tanpa menyebut Gibran merupakan langkah politik yang dapat dimaklumi.
"Prabowo memang perlu membuka peluang bagi kader dari partai-partai pendukungnya untuk menjadi Cawapres. Ini penting bagi Prabowo untuk menjaga harapan partai pendukungnya," tutur Saidiman.
Dia melanjutkan analisisnya dengan menyoroti pernyataan Joko Widodo yang justru mendukung pasangan Prabowo-Gibran secara utuh. Saidiman menilai hal itu bisa dibaca sebagai sebuah proposal politik.
"Namun, saya kira Prabowo akan menimbang banyak aspek sebelum menentukan pilihan. Selain soal penerimaan publik, aspek dukungan partai politik juga akan sangat menentukan," jelasnya.
Momen Seruan di Internal Gerindra
Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai acara syukuran HUT ke-18 Partai Gerindra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Pada kesempatan itulah, Ahmad Muzani menyampaikan seruan yang kemudian menjadi perbincangan publik.
Ia tidak hanya meminta kader bersatu mendukung pemerintahan Prabowo, tetapi juga mengakhiri sambutannya dengan yel-yel interaktif yang dibalas riuh oleh para peserta.
“Sayangilah, bantulah, dan dukunglah terus-menerus pemerintahan Prabowo ini untuk Indonesia yang lebih baik,” ucap Muzani.
Semangat itu kemudian memuncak saat Muzani memimpin teriakan bersama. “Saya tanya Gerindra, jawabannya menang, Prabowo jawabannya Presiden, Presiden jawabannya dua periode!,” serunya.
Para kader yang hadir pun serempak membalas, “Gerindra? Menang. Prabowo? Presiden. Presiden? Dua periode!”.
Wacana yang Telah Mengemuka Sebelumnya
Meskipun Pemilihan Presiden 2029 masih cukup lama, isu mengenai pasangan calon telah mulai mengemuka di ruang publik. Wacana ini mendapat momentum setelah mantan Presiden Joko Widodo secara eksplisit menyatakan posisinya.
“Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi dengan singkat saat ditemui di Solo beberapa waktu sebelumnya.
Pernyataan tersebut, diikuti oleh seruan dari Gerindra yang memiliki nuansa berbeda, menunjukkan kompleksitas dan dinamika awal dalam merajut peta koalisi untuk kontestasi politik mendatang. Setiap pernyataan dari elite partai dan mantan pemimpin negara tersebut dipandang sebagai sinyal politik yang akan mempengaruhi pergerakan aktor-aktor lain di pentas nasional.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Perebutan Kursi Cawapres Prabowo di Pilpres 2029
Presiden Prabowo Apresiasi Umat Islam Indonesia sebagai Teladan Kerukunan Global
Zulkifli Hasan Buka Peluang Maju sebagai Cawapres 2029 Usai Dukungan Internal PAN
Dasco Ahmad Sebut Wacana Dua Periode Prabowo Masih Hiburan Rakyat