Pengangguran di Kepri Turun Tipis, Disparitas Gender dan Pendidikan Masih Jadi Tantangan

- Selasa, 10 Februari 2026 | 06:25 WIB
Pengangguran di Kepri Turun Tipis, Disparitas Gender dan Pendidikan Masih Jadi Tantangan

PARADAPOS.COM - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepulauan Riau tercatat mengalami penurunan tipis pada November 2025, menjadi 6,35 persen. Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menunjukkan angka ini turun 0,10 poin persentase dibandingkan kondisi tiga bulan sebelumnya, Agustus 2025. Meski menunjukkan perbaikan, angka tersebut masih menyisakan tantangan di pasar kerja provinsi yang dikenal sebagai gerbang ekonomi strategis ini.

Kepala BPS Jelaskan Makna dan Definisi Pengangguran

Kepala BPS Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, mengakui bahwa penurunan TPT mengindikasikan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja. Namun, dia juga menekankan bahwa tantangan di lapangan belum sepenuhnya teratasi.

"TPT 6,35% artinya dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 6 sampai 7 orang yang masih menganggur," jelas Toto dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, dia memaparkan definisi pengangguran yang digunakan BPS, mencakup penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bertugas, atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

Perbedaan Signifikan Berdasarkan Gender dan Wilayah

Analisis lebih mendalam dari data BPS mengungkap disparitas yang cukup mencolok. Dari sisi jenis kelamin, TPT laki-laki pada November 2025 tercatat 7,15%, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya 4,97%. Yang menarik, tren pergerakannya justru berkebalikan. Dibandingkan Agustus 2025, TPT laki-laki naik 0,75%, sementara TPT perempuan turun cukup signifikan, sebesar 1,57%.

Perbedaan juga terlihat jelas antara wilayah perkotaan dan perdesaan. TPT di daerah perkotaan Kepri tercatat 6,55%, lebih tinggi daripada daerah perdesaan yang sebesar 3,89%. Dibandingkan periode Agustus, TPT perkotaan mengalami penurunan 0,15 poin persentase, sedangkan TPT perdesaan justru meningkat 0,33 poin.

Lulusan Perguruan Tinggi Masih Hadapi Tantangan Terbesar

Sektor pendidikan menjadi salah satu faktor kunci yang paling menonjol dalam struktur pengangguran di Kepri. Menurut data, pengangguran paling tinggi masih didominasi oleh tamatan perguruan tinggi, dengan TPT mencapai 10,80%. Angka ini merupakan yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Sebaliknya, TPT terendah berada pada kelompok pendidikan SMP ke bawah, yakni hanya 3,35%.

Selama periode Agustus hingga November 2025, distribusi pengangguran berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan didominasi oleh lulusan SMA/SMK/sederajat, yang pada November mencapai 52,23%. Distribusi pengangguran terendah berasal dari kelompok lulusan SMP ke bawah, sebesar 16,43%.

Data Sebagai Bahan Evaluasi Kebijakan

BPS menilai, data-data rinci ini tidak hanya menjadi gambaran statis, tetapi lebih sebagai potret struktur pengangguran di Kepulauan Riau. Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi yang kritis bagi para pemangku kebijakan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang profil penganggur—dari segi gender, domisili, hingga latar belakang pendidikan—strategi penciptaan lapangan kerja dan program pelatihan ketenagakerjaan diharapkan dapat disusun dengan lebih tepat sasaran, menjawab kebutuhan riil pasar kerja di daerah.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar