Gubernur DKI Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pengeroyokan Pelajar di Cempaka Putih

- Selasa, 10 Februari 2026 | 18:25 WIB
Gubernur DKI Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Pengeroyokan Pelajar di Cempaka Putih

PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan sikap tegasnya terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang pelajar di Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Menanggapi insiden yang viral di media sosial itu, Pramono menekankan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan tidak akan ditoleransi dan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak.

Permintaan Tindakan Tegas untuk Pelaku

Dalam pernyataannya yang disampaikan secara tertulis pada Selasa, 10 Februari 2026, Pramono Anung dengan jelas menyuarakan penolakannya terhadap aksi kekerasan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan yang membahayakan keselamatan pelajar harus mendapatkan konsekuensi hukum yang serius, tanpa kompromi.

"Siapa pun yang melakukan tindakan itu, itu sudah tindakan kekerasan. Saya minta diambil tindakan tegas. Tidak ada kompromi untuk itu," tegasnya.

Kronologi Insiden dan Penanganan Aparat

Insiden yang memicu keprihatinan publik ini terjadi pada Jumat lalu. Video yang beredar luas menunjukkan dugaan aksi penyiraman yang dilakukan oleh tiga pelajar yang berboncengan terhadap korban di Jalan Cempaka Raya. Suasana jalanan yang ramai menjadi saksi bisu kejadian yang mengkhawatirkan tersebut.

Menanggapi hal ini, aparat kepolisian telah bergerak cepat. Tiga terduga pelaku, yang masih berstatus di bawah umur, telah diamankan. Proses hukum lebih lanjut kini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, mengindikasikan penanganan yang mempertimbangkan aspek perlindungan anak.

Komitmen Pencegahan Jangka Panjang

Di luar penanganan kasus ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk mencegah pengulangan kejadian serupa. Langkah pencegahan ini akan diwujudkan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pihak sekolah. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pelajar di Ibu Kota.

Pernyataan Gubernur ini sekaligus mengirim pesan yang jelas kepada seluruh masyarakat tentang batasan yang tidak boleh dilanggar. Dalam lingkungan pendidikan, keamanan dan kenyamanan siswa harus menjadi prioritas utama yang dijaga bersama oleh semua pihak.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar