PARADAPOS.COM - Analis politik menilai dukungan partai politik terhadap pencalonan kembali Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden pada Pilpres 2029 kemungkinan besar akan terbatas. Menurut pengamatan, hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang saat ini dianggap memiliki kepentingan politik langsung untuk mengusung pasangan Prabowo Subianto-Gibran untuk periode kedua. Analisis ini muncul menyusai wacana yang berkembang mengenai kemungkinan pasangan petahana tersebut maju kembali dalam kontestasi politik lima tahun mendatang.
Partai Pendukung Terbatas untuk Ambisi Dua Periode
Erizal, Direktur ABC Riset & Consulting, menjelaskan bahwa harapan untuk mendapatkan dukungan luas dari partai-partai politik bagi Gibran tampaknya akan menemui jalan terjal. Dari sekian banyak partai, hanya PSI yang dinilai benar-benar tersisa sebagai pendukung potensial yang solid untuk agenda tersebut.
“Sebab, hanya PSI yang memang tersisa. Semua partai bisa dipastikan tak akan ada yang mengusung Prabowo-Gibran dua periode seperti keinginan Jokowi, sejak tahun lalu,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Harapan pada PAN dan Golkar yang Belum Pasti
Lebih lanjut, Erizal memaparkan bahwa sebenarnya hanya dua partai besar, PAN dan Golkar, yang sempat diharapkan dapat memuluskan keinginan untuk periode kedua Prabowo-Gibran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan sinyal yang tidak sepenuhnya mendukung.
“Kalau Gerindra sudah pasti tidak, karena sudah ada Prabowo. PKB sudah menyatakan dukungan Prabowo dua periode, tapi nama Gibran tidak. PAN sudah juga menyebut, tapi malah nama Zulkifli Hasan yang disebut, bukan Gibran,” jelasnya.
Oposisi dan Peta Dukungan yang Terbelah
Partai-partai lain seperti Demokrat, NasDem, PKS, dan terutama PDIP, dinilai sangat kecil kemungkinannya untuk mendukung pencalonan Gibran. PDIP bahkan kerap mengambil posisi berseberangan secara terbuka dalam isu-isu yang melibatkan putra sulung Joko Widodo tersebut.
“Bahkan, di mana ada nama Gibran, di situ PDIP menjadi pihak yang berseberangan,” tegas Erizal.
Mekanisme Internal Golkar Jadi Penentu
Sementara itu, posisi Golkar masih menyisakan tanda tanya. Meski Ketua Umumnya, Bahlil Lahadalia, telah menegaskan dukungan kepada Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan 2029, komitmen untuk periode berikutnya belum bisa dipastikan. Keputusan strategis seperti ini harus melalui mekanisme Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) partai, bukan berada di tangan satu orang.
“Artinya, kendati pun Ketum Bahlil sudah banyak ‘makan budinya’ Jokowi, tapi soal dukungan Gibran untuk kembali mendampingi Prabowo, tak semudah itu,” pungkas Erizal.
Analisis ini menggarisbawahi dinamika koalisi yang kompleks dan perhitungan politik jangka panjang masing-masing partai, yang akan menjadi faktor krusial dalam peta dukungan menuju Pilpres 2029.
Artikel Terkait
Mantan Pendukung Jokowi Soroti Ilmu Perkeliruan dan Peran Megawati
Analis: Elektabilitas Tinggi Jadi Modal Kuat Gerindra Usung Prabowo di 2029
Ketua GPA Kecam Isu Pembangkangan Kapolri dan Siapkan Laporan Hukum
Golkar Tahan Sikap untuk Pilpres 2029, Utamakan Konsolidasi di Pemerintahan Prabowo