PARADAPOS.COM - Sebuah video penampilan grup drumband yang berjoget di atas panggung wisuda madrasah diniyah (madin) di Demak, Jawa Tengah, menjadi perbincangan luas di media sosial. Pihak panitia penyelenggara acara telah memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di Desa Bakung, Kecamatan Guntur, tersebut. Menurut keterangan resmi, penampilan itu berlangsung tanpa sepengetahuan dan izin dari panitia utama acara.
Kronologi Acara dan Momen Viral
Acara haflah akhirussanah atau wisuda bagi santri madin tersebut digelar pekan lalu dengan rangkaian kegiatan dari pagi hingga malam hari. Ketua Panitia, Ghozali, menjelaskan bahwa setelah karnaval keliling kampung selesai dan berakhir di halaman madrasah, situasi menjadi di luar kendali panitia. Saat itu, para panitia sedang sibuk menjamu tamu undangan dan tokoh masyarakat di lokasi terpisah.
Ghozali menuturkan, "Karnaval selesai itu finish di halaman madrasah. Nah, sampai di halaman madrasah kita panitia itu kan menyambut tokoh bapak-bapak yang ikut tadi kan untuk kita ajak singgah kita transit sekedar minum-minum ngopi-ngopi di sana."
Penampilan Drumband Tanpa Koordinasi
Dalam suasana ramai dipenuhi pengunjung, terutama ibu-ibu yang menonton, grup drumband tersebut secara inisiatif naik ke panggung dan menambah beberapa lagu. Ghozali menegaskan bahwa aksi tersebut sama sekali tidak terencana dalam susunan acara resmi.
Dia menjelaskan, "Kemudian yang drumband itu nambah berapa lagu. Karena di halaman itu kan penuh dengan pengunjung, penonton dari ibu-ibu dan lain sebagainya itu kan di halaman penuh, mungkin karena itu, inisiatif dari drumband itu naik ke panggung tanpa tanpa izin panitia."
Konfirmasi Waktu Kejadian
Lebih lanjut, Ghozali memastikan waktu tepat kejadian yang terekam dalam video viral itu. Insiden tersebut terjadi pada hari Minggu, 1 Februari, sebagai bagian dari rangkaian panjang acara wisuda.
"Kejadiannya Minggu, 1 Februari," ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dia juga merinci keseluruhan agenda hari itu, "Jadi memang itu dari pagi yang karnaval kemudian hafalan kitab-kitab dan seterusnya dan seterusnya sampai malam pengajian umum. Niku itu satu rangkaian haflah akhirussanah."
Klarifikasi dari panitia ini diharapkan dapat memberikan konteks yang utuh terhadap video yang beredar, menekankan bahwa insiden tersebut merupakan bagian dari dinamika lapangan yang tidak terduga dalam sebuah acara besar masyarakat, dan bukan bagian dari skenario yang direncanakan.
Artikel Terkait
MKMK Tegaskan Penilaian Konflik Kepentingan Hakim MK Bersifat Objektif dan Kolektif
Italia Tolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza Gagasan Trump, Sebut Langgar Konstitusi
SGER Amankan Kontrak Ekspor Batu Bara ke Bangladesh Senilai US$71,5 Juta
Persis Solo Targetkan Kemenangan Penuh Saat Hadapi Madura United di Duel Hidup-Mati