PARADAPOS.COM - Pemerintah mendistribusikan tiga ton bahan pangan pokok ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, sebagai upaya darurat menekan lonjakan harga beras yang mencapai level sangat tinggi di wilayah perbatasan tersebut. Bantuan yang terdiri dari beras dan minyak goreng ini merupakan hasil koordinasi antara Perum Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan aparat kepolisian setempat, guna mengatasi kesulitan akses akibat medan geografis yang berat.
Sinergi Lintas Lembaga Atasi Keterjangkauan
Respon cepat ini melibatkan peran strategis beberapa institusi. Di lapangan, Satuan Tugas Pangan Tim Saber Polda Kalimantan Timur turut serta, dengan koordinasi teknis dipimpin oleh Asisten Daerah II Pemerintah Kabupaten Mahulu. Skema Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) diterapkan, di mana Bapanas menanggung seluruh biaya transportasi untuk memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat tanpa menambah beban keuangan daerah.
Medan Berat dan Tantangan Logistik
Distribusi ke Mahakam Ulu bukanlah pekerjaan mudah. Sebagian besar wilayah kabupaten ini hanya dapat diakses melalui jalur sungai. Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini menyebabkan aliran sungai menyusut, yang mempersulit transportasi dan pada akhirnya memicu kelangkaan serta kenaikan harga yang ekstrem. Harga beras dilaporkan pernah menyentuh angka satu juta rupiah untuk setiap 25 kilogram, sebuah level yang tentu sangat memberatkan bagi kebanyakan warga.
Muzasdin Said, Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Kaltimtara, mengakui tantangan tersebut. "Mahakam Ulu memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Karena itu, Bulog bersama pemerintah daerah dan Bapanas memastikan distribusi pangan berjalan lancar agar masyarakat tetap mendapatkan akses beras dan minyak goreng dengan harga terjangkau," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).
Mekanisme Penyaluran kepada Publik
Dengan estimasi waktu tempuh distribusi sekitar tiga hari, komoditas yang terdiri dari beras SPHP, beras premium, dan minyak goreng kemasan Minyakita tersebut akan disalurkan melalui dua saluran utama. Pemerintah Kabupaten Mahulu, yang bertindak sebagai offtaker, akan mendistribusikannya via program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan bazar Ramadan. Pendekatan ini dipilih agar bantuan dapat tepat sasaran dan langsung meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam menyambut bulan suci.
Muzasdin menekankan bahwa kerja sama erat antarlembaga adalah kunci utama. "Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga inflasi pangan tetap terkendali, khususnya menjelang dan selama Ramadan," pungkasnya.
Intervensi pangan semacam ini menunjukkan upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di daerah-daerah terpencil dengan infrastruktur terbatas. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada kelancaran logistik dan monitoring di lapangan untuk memastikan pasokan benar-benar sampai ke pelosok yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Kemenperin Tegaskan Insentif Pajak Tetap Jadi Kunci Transisi ke Kendaraan Listrik
Bentrokan Buruh dan Aparat Warnai Protes Reformasi Ketenagakerjaan Milei di Buenos Aires
Kesatria Bengawan Solo Kalahkan Dewa United, Lanjutkan Tren Positif di IBL
Pansel OJK Buka Pendaftaran Tiga Pimpinan Tertinggi, Mantan Politisi Diperbolehkan dengan Syarat