IHSG Anjlok Lebih dari 1% di Awal Perdagangan, Tekanan Jual Masih Kuat

- Jumat, 13 Februari 2026 | 03:00 WIB
IHSG Anjlok Lebih dari 1% di Awal Perdagangan, Tekanan Jual Masih Kuat

PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Jumat pagi, 13 Februari 2026, menyusul tekanan jual yang masih kuat. Hanya dalam beberapa menit setelah pembukaan, indeks utama Bursa Efek Indonesia itu tercatat anjlok lebih dari 1 persen, mencerminkan sentimen hati-hati yang melanda pasar domestik.

Pergerakan Awal yang Lesu

IHSG dibuka di level 8.240, namun tekanan jual langsung muncul. Data real-time hingga pukul 09.18 WIB menunjukkan indeks merosot tajam 84,232 poin (1,02%) ke posisi 8.181,120. Pergerakan ini didominasi oleh pelemahan luas, di mana 419 saham tercatat turun, jauh melampaui 153 saham yang menguat dan 133 saham yang stagnan. Volume perdagangan pagi itu mencapai 6,797 miliar saham dengan nilai transaksi sementara Rp2,691 triliun.

Analis: Koreksi Masih Berpeluang Berlanjut

Melihat dinamika pasar, analis memproyeksikan ruang bagi IHSG untuk melanjutkan koreksi. Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memberikan pandangan teknisnya mengenai level kunci yang perlu diperhatikan.

"Diperkirakan support IHSG 8.130-8.200 dan resist IHSG 8.330-8.430," jelasnya dalam analisis harian.

Proyeksi ini tidak terlepas dari catatan perdagangan Kamis (12/2) yang juga ditutup negatif, dengan IHSG turun 0,31%. Pada hari itu, investor asing tercatat melakukan net sell bersih senilai Rp2,03 triliun, dengan aksi jual terfokus pada saham-saham blue-chip seperti BBCA, BUMI, DEWA, ANTM, dan BREN.

Sentimen Global yang Beragam

Tekanan terhadap IHSG turut dipengaruhi oleh sinyal negatif dari Wall Street. Pada perdagangan Kamis waktu AS, ketiga indeks utama AS merosot tajam. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite masing-masing terkoreksi 1,34%, 1,57%, dan 2,03%, didorong aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan transportasi akibat kekhawatiran baru terkait perkembangan artificial intelligence (AI).

Namun, suasana di kawasan Asia pada hari yang sama justru lebih berwarna. Meski Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong melemah, bursa-bursa lain seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Australia justru ditutup menguat, dengan Kospi Korea bahkan melesat 3,13%. Keragaman ini menunjukkan bahwa faktor domestik dan aliran dana spesifik masih memainkan peran penting di tiap negara.

Beberapa Ide Trading di Tengah Tekanan

Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, sejumlah saham tetap dilirik sebagai potensi trading idea berdasarkan analisis teknikal. Rekomendasi untuk pagi ini mencakup UNTR, ASII, PGAS, UNVR, KIJA, dan MYOR, dengan strategi buy on weakness atau spec buy yang menekankan kedisiplinan dalam menentukan level beli, target, dan titik cut loss. Pendekatan seperti ini kerap dipertimbangkan oleh trader berpengalaman untuk mengelola risiko sekaligus mencari peluang dalam volatilitas jangka pendek.

1. UNTR
Buy on weakness dengan area beli di Rp28.000-Rp28.450, cutloss di bawah Rp27.900. Target dekat di Rp29.100-Rp29.600.

2. ASII
Spec buy dengan area beli di Rp6.700-Rp6.775, cutloss di bawah Rp6.700. Target dekat di Rp6.825-Rp6.875.

3. PGAS
Buy on weakness dengan area beli di Rp2.190-Rp2.200, cutloss di bawah Rp2.170. Target dekat di Rp2.260-Rp2.300.

4. UNVR
Spec buy dengan area beli di Rp2.260-Rp2.300, cutloss di bawah Rp2.240. Target dekat di Rp2.330-Rp2.370.

5. KIJA
Buy on weakness dengan area beli di Rp216-Rp222, cutloss di bawah Rp214. Target dekat di Rp230-Rp240.

6. MYOR
Spec buy dengan area beli di Rp2.290-Rp2.310, cutloss di bawah Rp2.280. Target dekat di Rp2.330-Rp2.360.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar