Influencer Kuliner Meninggal Usai Konsumsi Kepiting Beracun di Palawan

- Kamis, 12 Februari 2026 | 16:50 WIB
Influencer Kuliner Meninggal Usai Konsumsi Kepiting Beracun di Palawan

PARADAPOS.COM - Seorang influencer kuliner, Emma Amit (51), meninggal dunia setelah mengonsumsi hidangan laut yang mengandung kepiting beracun, yang dikenal lokal sebagai "kepiting setan". Insiden yang terjadi di Puerto Princesa, Palawan, Filipina, pada awal Februari ini bermula dari aktivitas konten media sosial dan berakhir tragis hanya dalam waktu dua hari. Kematiannya menyoroti bahaya mematikan dari spesies laut tertentu dan mengejutkan komunitas setempat yang mengenalnya sebagai sosok yang berpengalaman.

Konten yang Berakhir Tragis

Emma Amit, bersama beberapa temannya, terlihat sedang memanen hasil laut di area hutan bakau dekat rumahnya pada 4 Februari lalu. Potongan video yang beredar menunjukkan ia memasak dan menyantap berbagai hasil laut, termasuk siput, dalam sebuah hidangan seafood bouillabaisse. Sayangnya, salah satu bahan yang ikut dimasak adalah kepiting setan yang mengandung racun mematikan.

Perjalanan Singkat Menuju Kematian

Kondisi Emma memburuk dengan cepat keesokan harinya. Ia dilaporkan mengalami kejang-kejang saat dibawa ke klinik. Keadaannya terus menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Seorang saksi menggambarkan bibirnya telah berubah menjadi biru tua saat ia tidak sadarkan diri. Meski upaya medis telah dilakukan, nyawa Emma tidak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir pada 6 Februari, dua hari setelah menyantap hidangan fatal tersebut.

Laddy Gemang, kepala desa setempat, mengungkapkan kebingungannya atas tragedi ini. "Ini sungguh menyedihkan karena seharusnya mereka sudah tahu," ratapnya. "Mereka tinggal di pinggir laut, jadi saya tahu mereka paham bahwa kepiting setan ini berbahaya untuk dimakan. Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung."

Bahaya Mematikan di Balik Cangkang Indah

Investigasi petugas desa di rumah Emma menemukan cangkang kepiting setan berwarna cerah di tempat sampah. Kepiting ini, penghuni terumbu karang Indo-Pasifik, diketahui mengandung koktail neurotoksin yang sangat berbahaya, seperti saxitoxin dan tetrodotoxin—racun yang sama yang ditemukan pada ikan buntal. Para ahli telah lama memperingatkan bahwa mengonsumsi hewan ini bisa berakibat fatal hanya dalam hitungan jam, meski penampilannya menarik.

Peringatan untuk Masyarakat

Menyusul insiden ini, Gemang mengeluarkan imbauan keras kepada warga. "Kepada warga Puerto Princesa, saya mendesak kalian untuk lebih waspada," peringat Gemang. "Jangan makan kepiting setan yang berbahaya ini karena mereka telah merenggut dua nyawa di kota kita. Jangan berjudi dengan nyawa kalian." Pejabat setempat juga dikabarkan sedang memantau kondisi teman-teman Emma yang ikut menyantap hidangan tersebut.

Duka dan Tanda Tanya yang Tertinggal

Kepergian Emma menimbulkan duka mendalam di kalangan orang-orang terdekatnya. Beverly Villanueva, seorang teman, menyampaikan rasa kehilangan yang dalam. "Kamu sudah seperti kakak perempuan bagiku," tulisnya. "Aku akan selalu merindukanmu. Aku tahu kamu belum ingin pergi karena masih banyak rencana dalam hidup, tapi mengapa? Itu adalah pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab, karena kamu sudah tiada."

Tragedi ini menjadi pengingat kelam tentang pentingnya pengetahuan dan kehati-hatian ekstra saat mengolah bahan alam, khususnya hidangan laut, terlepas dari tekanan untuk menciptakan konten yang menarik.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar