Mendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas pada Februari 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 03:50 WIB
Mendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas pada Februari 2026

PARADAPOS.COM - Menteri Perdagangan Budi Santoso menetapkan kenaikan harga patokan ekspor (HPE) untuk konsentrat tembaga dan emas pada periode 15-28 Februari 2026. Keputusan ini mencerminkan tren kenaikan harga komoditas logam di pasar global, yang dipicu oleh kombinasi faktor permintaan industri yang kuat dan dinamika pasokan.

Rincian Kenaikan Harga Patokan Ekspor

Untuk periode dua minggu kedua Februari 2026, HPE konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) ditetapkan sebesar US$6.692,35 per wet metric ton (wmt). Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 4,20% dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level US$6.422,91 per wmt. Sementara itu, harga referensi untuk emas juga mengalami penyesuaian ke atas, menjadi US$4.960,24 per troy ounce dari posisi sebelumnya US$4.628,79.

Faktor Pendorong di Balik Kenaikan

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, menjelaskan bahwa penguatan HPE konsentrat tembaga tak lepas dari sentimen pasar internasional. Kenaikan harga tembaga di bursa dunia menjadi pendorong utama.

“Faktor berikutnya adalah keterbatasan pasokan tembaga yang diikuti peningkatan permintaan untuk kebutuhan industri, khususnya sektor kelistrikan, manufaktur, dan energi,” ungkapnya melalui keterangan resmi pada Minggu (15/2/2026).

Lebih lanjut, Tommy menyebutkan bahwa selama periode pengumpulan data, terjadi kenaikan harga pada beberapa mineral penyusun. Harga tembaga tercatat naik 4,05%, emas melonjak 7,16%, dan perak bahkan menguat hingga 9,61%. Data-data inilah yang menjadi dasar kalkulasi teknis penetapan HPE terbaru.

Mengenai emas, ia menambahkan, “Sementara itu, kenaikan HPE dan HR emas dipicu oleh meningkatnya permintaan emas. Lonjakan permintaan tersebut berasal dari sektor perhiasan dan kebutuhan industri.”

Mekanisme dan Referensi Penetapan Harga

Tommy menegaskan bahwa proses penetapan HPE dan HR ini dilakukan dengan kehati-hatian dan mengikuti prosedur baku. Pemerintah tidak bekerja sendiri; keputusan ini diambil berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Acuan harga merujuk pada data dari bursa-bursa komoditas terkemuka dunia. Untuk tembaga, patokannya adalah harga di London Metal Exchange (LME). Sementara untuk emas dan perak, mengikuti perkembangan harga di London Bullion Market Association (LBMA). Pendekatan ini memastikan harga patokan ekspor selaras dengan kondisi pasar internasional yang aktual.

Kondisi Pasar Global dan Proyeksi ke Depan

Gejolak harga di pasar global turut memberikan warna. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot sempat menguat 2,2% menjadi US$5.031,52 per troy ounce pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026). Perak juga menunjukkan performa kuat dengan lonjakan 2,5% ke level US$77,16 per troy ounce.

Pergerakan harga emas belakangan ini memang cukup dinamis. Catatan sejarah menunjukkan, logam mulia ini sempat mencetak rekor fantastis di atas US$5.595 per ounce pada akhir Januari, didorong oleh aksi beli spekulatif yang masif. Namun, euforia itu meredup dengan cepat di akhir bulan, menyeret harga kembali ke bawah level psikologis US$5.000 per ounce.

Menyikapi kondisi ini, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya. Meski mengakui pergerakan harga yang fluktuatif, ia melihat masih ada ruang untuk optimisme.

“Harga emas pekan depan diperkirakan berkisar US$4.900- US$5.100 per troy ounce,” tuturnya pada Sabtu (14/2/2026).

Proyeksi ini mengisyaratkan bahwa volatilitas masih akan berlanjut, meski dengan kecenderungan yang tetap positif dalam jangka pendek. Kenaikan HPE oleh pemerintah, dalam konteks ini, dapat dilihat sebagai respons yang tepat waktu terhadap sinyal-sinyal dari pasar global.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar