PARADAPOS.COM - Tim Penggerak PKK Kabupaten Nagan Raya, Aceh, menggelar program penyembuhan trauma bagi 309 siswa SD dan SMP yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang akhir November lalu. Kegiatan ini merupakan respons atas kondisi psikologis anak-anak pascabencana, dengan fokus memberikan dukungan moral dan pemulihan psikososial melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
Fokus pada Pemulihan Psikologis Anak
Bencana banjir bandang tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikis, terutama pada anak-anak yang lebih rentan. Menyadari hal ini, TP-PKK Nagan Raya segera merancang intervensi psikososial. Tujuannya jelas: mencegah trauma berkepanjangan yang dapat mengganggu perkembangan dan semangat belajar mereka. Program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk mengembalikan keceriaan dan rasa aman di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
Kegiatan Interaktif dan Dukungan Nyata
Alih-alih pendekatan formal, proses penyembuhan trauma ini dikemas dalam berbagai permainan dan aktivitas interaktif. Suasana riang diupayakan untuk mencairkan kecemasan. Sesi khusus bersama Bunda Literasi juga dihadirkan, menyisipkan cerita inspiratif untuk membangkitkan motivasi belajar anak-anak. Tidak berhenti di dukungan moral, bantuan yang bersifat material juga diberikan untuk mendukung aktivitas belajar mereka.
Cut Inda, Ketua TP-PKK Nagan Raya, menegaskan komitmen ini. "Kegiatan trauma healing (penyembuhan trauma) ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah melalui Tim Penggerak PKK dalam memberikan dukungan moral dan psikososial kepada anak-anak yang terdampak bencana," jelasnya.
Ia melanjutkan penjelasannya dengan menyoroti kerentanan kelompok usia tersebut. "Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan secara psikologis ketika terjadi bencana sehingga perlu pendampingan khusus agar tidak larut dalam trauma berkepanjangan," tambahnya.
Kolaborasi dan Distribusi Bantuan
Upaya pemulihan ini didukung oleh kolaborasi antarinstansi. TP-PKK bersama mitra terkait membagikan perlengkapan sekolah esensial seperti buku tulis, alat tulis, dan sepatu kepada para siswa. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat turut berkontribusi dengan menghadirkan buku-buku cerita anak, sebuah langkah cerdas untuk merangsang minat baca sekaligus membuka ruang imajinasi yang positif.
Kegiatan yang diikuti oleh 120 siswa SD Negeri 1 Beutong Ateuh, 85 siswa SD Negeri 2 Beutong Ateuh, dan 104 siswa SMP Negeri Beutong Ateuh ini juga diselingi dengan pembagian makanan ringan. Meski terlihat sederhana, rangkaian aktivitas ini menunjukkan pendekatan yang holistik, memperhatikan aspek psikologis, edukasi, dan kebutuhan dasar anak-anak secara sekaligus. Inisiatif seperti ini menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan menyeluruh pascabencana di Nagan Raya.
Artikel Terkait
Ganjil-Genap Ditiadakan Sementara di Jakarta Selama Libur Imlek
BMKG Siagakan Sebagian Besar Jakarta dan Sekitarnya dari Hujan Lebat hingga Rabu
Jakarta Utara Siagakan 72 Pompa Antisipasi Banjir Hingga 19 Februari
Anak Penjual Tisu Tewas Tertabrak Alat Berat di Kendari