PARADAPOS.COM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membongkar sebuah laboratorium narkoba yang beroperasi di dalam sebuah apartemen di Sunter Agung, Jakarta Utara. Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (8/6/2024) itu berhasil mengamankan dua tersangka warga negara Iran serta barang bukti sabu-sabu dan peralatan produksi senilai miliaran rupiah.
Pengungkapan Bermula dari Penangkapan
Operasi pengungkapan jaringan ini dimulai dengan penangkapan terlebih dahulu terhadap dua warga negara Iran di kawasan Jakarta Timur. Kolaborasi antara polisi dan petugas Bea Cukai berhasil meringkus kedua tersangka sebelum akhirnya membawa penyidik ke lokasi produksi narkoba.
Dari situ, tim penyidik kemudian bergerak menuju apartemen di Sunter Agung yang diduga kuat menjadi tempat produksi. Apartemen yang seharusnya menjadi tempat tinggal itu justru disulap menjadi laboratorium gelap untuk memproduksi narkotika jenis sabu-sabu.
Barang Bukti yang Disita
Hasil penggeledahan di lokasi membuahkan temuan yang signifikan. Polisi menyita barang bukti berupa 1,6 kilogram sabu-sabu dalam kondisi siap edar. Tidak hanya produk jadi, aparat juga mengamankan seluruh bahan baku dan peralatan canggih yang digunakan dalam proses produksi.
Nilai total dari seluruh barang bukti yang berhasil diamankan, termasuk narkoba dan peralatan, diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp20 miliar. Angka ini menunjukkan skala operasi yang cukup besar dan terorganisir.
Jaringan Internasional Diduga Kuat
Meski dua tersangka telah diamankan, penyelidikan jauh dari kata selesai. Polisi menduga kuat bahwa laboratorium ini merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional yang melibatkan sindikat dari Iran dan Indonesia.
Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri masih melakukan pengembangan mendalam untuk mengungkap seluruh rantai dan modus operandi jaringan ini. Mereka berusaha melacak kemungkinan adanya pelaku lain, baik di dalam maupun luar negeri, serta rute distribusi narkoba yang diproduksi.
Seorang sumber yang dekat dengan penyelidikan mengungkapkan kompleksitas kasus ini. "Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap dugaan jaringan narkotika internasional dalam kasus ini," jelasnya.
Penggerebekan ini menjadi bukti lagi bahwa modus kejahatan narkoba terus berkembang, termasuk dengan menggunakan lokasi-lokasi yang tidak terduga seperti apartemen. Kewaspadaan masyarakat dan kerjasama dengan aparat tetap menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.
Artikel Terkait
BMKG Siagakan Sebagian Besar Jakarta dan Sekitarnya dari Hujan Lebat hingga Rabu
Jakarta Utara Siagakan 72 Pompa Antisipasi Banjir Hingga 19 Februari
Anak Penjual Tisu Tewas Tertabrak Alat Berat di Kendari
PKK Nagan Raya Gelar Trauma Healing untuk 309 Siswa Korban Banjir Bandang