PARADAPOS.COM - Pemerintah telah mulai mematangkan strategi untuk mengurai kemacetan mudik Lebaran 2026, dengan fokus utama pada empat pelabuhan di Banten. Rencana ini dirancang untuk memecah konsentrasi arus kendaraan yang selama ini berpusat di Pelabuhan Merak, menuju Sumatera. Langkah antisipatif ini diambil menyusul prediksi pergerakan 143,9 juta orang selama periode libur, meski angka tersebut sedikit menurun dari tahun sebelumnya.
Strategi Pemecahan Arus di Titik Krusial
Sebagai gerbang utama menuju Sumatera, Banten menjadi titik krusial dalam pengaturan mudik. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa seluruh arus kendaraan dari wilayah Jabodetabek yang menuju barat akan bermuara di provinsi ini. Kondisi inilah yang mendorong perlunya strategi distribusi yang lebih cerdas.
“Jika ada 1.000 kendaraan dari Jabodetabek menuju arah barat (Sumatera), maka 1.000 kendaraan itu akan bermuara di Merak, Banten. Inilah tugas kita untuk mengurai arus tersebut,” tuturnya usai rapat koordinasi di Serang.
Peran Masing-Masing Pelabuhan
Keempat pelabuhan tersebut akan difungsikan dengan peran yang berbeda-beda, menciptakan skema lalu lintas yang lebih teratur. Pelabuhan Merak akan tetap melayani mobil kecil dan bus. Sementara itu, arus sepeda motor dan truk barang kecil dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan. Untuk truk berukuran besar, pemerintah menyiapkan Pelabuhan BBJ Bojonegara. Adapun Krakatau Bandar Samudera (KBS) akan berfungsi sebagai alternatif rute langsung menuju Panjang, Lampung.
“Ini adalah antisipasi kami untuk memecah arus. Jika dalam kondisi normal semua melalui Merak, untuk kondisi Lebaran kami optimalkan empat pelabuhan tersebut,” jelas Dudy.
Penambahan Armada dan Koordinasi Lintas Wilayah
Untuk mendukung skema distribusi ini, pemerintah akan menyiapkan tambahan 10 hingga 12 kapal penyeberangan. Langkah ini merupakan respons dari evaluasi penyelenggaraan mudik tahun sebelumnya, yang menunjukkan kebutuhan penambahan armada, khususnya di BBJ dan Ciwandan.
“Kami akan menyediakan minimal 10 hingga 12 kapal, agar aliran kendaraan berjalan lancar dan tidak terjadi antrean panjang,” ujarnya menegaskan.
Koordinasi yang ketat lintas instansi dan wilayah pun menjadi kunci. Pengaturan arus tidak hanya melibatkan Polda Banten, tetapi juga Polda Metro Jaya, mengingat kendaraan bermula dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Konsolidasi Awal dan Target Jangka Panjang
Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik langkah awal konsolidasi ini. Rapat koordinasi dinilainya sebagai fondasi penting untuk penyelenggaraan yang lebih lancar.
“Beberapa hal telah disampaikan tadi dan semua akan terus kita koordinasikan supaya penyelenggaraan Angkutan Mudik Tahun 2026 bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Target utamanya adalah menekan antrean panjang dan kemacetan parah di akses menuju Merak. Evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Lebaran 2025 akan menjadi pijakan untuk perbaikan, termasuk pemantauan pergerakan kendaraan secara lebih real-time dan berkala.
Profil Pemudik dan Kalender Operasional
Data dari Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa lebih dari separuh responden survei berencana bepergian keluar kota. Motivasi utama, yang mencakup 66,2 persen atau sekitar 95,27 juta orang, tetaplah tradisi mudik untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Tradisi mengunjungi keluarga dan wisata liburan menjadi alasan pendukung lainnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan ini, pemerintah telah menyusun kalender operasional yang matang. Posko Angkutan Lebaran 2026 akan beroperasi selama 18 hari, mulai dari 13 Maret (H-8) hingga 30 Maret (H 9), guna memastikan pengawasan dan pelayanan berjalan maksimal di seluruh titik kritis.
Artikel Terkait
YouTuber Taqy Malik Jadi Target Intel Saudi Usai Konten Sedekah dan Wakaf Alquran
Kasus Penipuan Umrah di Senen Diselesaikan dengan Restorative Justice, Dana Rp 64,5 Juta Dikembalikan
Kadin Dorong Pemerintah Prioritaskan Industri Ekspor-Padat Karya dalam Negosiasi Tarif AS
Toyota Avanza Bekas 2022 Tembus Rp205 Juta, Generasi Awal Masih Laku Rp50 Jutaan