Trump Kumpulkan Komitmen US$5 Miliar untuk Gaza, Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian

- Minggu, 15 Februari 2026 | 22:50 WIB
Trump Kumpulkan Komitmen US$5 Miliar untuk Gaza, Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian

PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan komitmen dana lebih dari US$5 miliar dari negara-negara pendiri Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza. Komitmen ini rencananya akan disahkan dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari 2026, yang juga akan membahas pengerahan pasukan stabilisasi. Trump menekankan bahwa Hamas harus memenuhi kewajiban demiliterisasi penuh sebagai syarat penting.

Mekanisme Keanggotaan dan Pertemuan Penting

Berdasarkan rancangan piagam yang beredar, setiap negara yang ingin mendapatkan kursi permanen di dewan tersebut diharuskan menyetor kontribusi minimal US$1 miliar. Inisiatif yang secara resmi diluncurkan pada Januari ini telah menarik dukungan dari sejumlah pemimpin sekutu Trump, seperti Presiden Argentina Javier Milei dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Beberapa negara lain juga dilaporkan hadir, dengan kemungkinan kehadiran Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam kapasitas sebagai pengamat.

Israel Resmi Bergabung

Perkembangan terbaru menunjukkan perluasan keanggotaan BoP. Israel secara resmi telah bergabung dengan inisiatif perdamaian besutan Trump ini. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Sebelum pertemuan saya di Gedung Putih dengan Presiden Trump, saya menandatangani aksesi Israel sebagai anggota 'Dewan Perdamaian'," ungkap Netanyahu melalui platform media sosial X.

Penandatanganan dokumen keanggotaan tersebut dilakukan di Blair House, Washington, usai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio.

Respons dan Posisi Prinsip Indonesia

Di tengah dinamika keanggotaan tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa masuknya Israel tidak mengubah pertimbangan Indonesia untuk terlibat dalam BoP. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia murni didorong oleh tujuan kemanusiaan dan perdamaian.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam BoP karena ingin terlibat dalam stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina, sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).

"Keanggotaan negara manapun dalam BoP tidak mengubah posisi prinsip tersebut," tegas Yvonne.

Pemerintah juga menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia tidak boleh ditafsirkan sebagai langkah normalisasi hubungan politik dengan pihak tertentu atau sebagai bentuk legitimasi terhadap kebijakan negara mana pun. Sikap ini mencerminkan kehati-hatian diplomasi Indonesia dalam menyikapi inisiatif perdamaian multilateral yang kompleks, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang dianggap fundamental.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar