PARADAPOS.COM - Kontrak berjangka indeks saham utama Amerika Serikat mengawali perdagangan minggu ini dengan kenaikan tipis pada sesi Minggu malam, 15 Februari 2026. Pergerakan terbatas ini terjadi dalam volume perdagangan yang rendah, seiring pasar menutup sesi menjelang libur nasional hari Senin. Investor tampaknya mengambil jeda sejenak, menunggu sejumlah rilis data ekonomi kunci dan risalah rapat Federal Reserve yang dijadwalkan sepanjang pekan untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Pergerakan Terbatas Usai Dua Pekan Tekanan
Kenaikan kecil pada kontrak berjangka ini muncul setelah Wall Street mencatatkan pekan negatif berturut-turut. Sentimen sempat mendapat angin segar dari laporan inflasi konsumen (CPI) Januari yang datang sedikit lebih rendah dari perkiraan, memberikan sedikit penopang bagi pasar. Namun, optimisme itu tampak terbatas. Tekanan jual yang berlarut-larut, khususnya pada saham-saham teknologi yang dihantui kekhawatiran akan disrupsi dari kemajuan kecerdasan buatan, terus membayangi performa bursa.
Secara rinci, kontrak berjangka S&P 500 menguat 0,2 persen ke level 6.863,50 poin. Nasdaq 100 Futures naik 0,16 persen menjadi 24.843,0 poin, sementara Dow Jones Futures bertambah 0,1 persen menuju 49.608,0 poin.
Respon Pasar Atas Data Inflasi yang Campur Aduk
Perdagangan pada Jumat lalu berlangsung lesu dengan pergerakan indeks yang beragam. Data inflasi Januari, yang secara umum sesuai ekspektasi pasar, hanya memberikan dukungan terbatas. Indeks Harga Konsumen inti tumbuh seperti yang diperkirakan, sementara CPI utama justru sedikit di bawah konsensus.
Analis menilai, secercah harapan akan penurunan suku bunga di masa mendatang yang muncul dari data tersebut nyaris tenggelam oleh kekhawatiran yang lebih mendesak. "Data tersebut memberikan dukungan terbatas bagi Wall Street, karena optimisme atas potensi penurunan suku bunga dalam jangka panjang sebagian besar dibayangi oleh kekhawatiran yang terus-menerus tentang gangguan terkait AI," jelas laporan analisis pasar.
Tekanan jual yang awalnya terpusat di sektor teknologi mulai menunjukkan tanda-tanda meluas. Penurunan harga teramati tidak hanya pada saham perangkat lunak dan transportasi, tetapi juga mulai merambah ke sektor-sektor seperti jasa keuangan, media, dan real estat.
Pada penutupan Jumat, indeks S&P 500 nyaris tidak berubah di level 6.836,17 poin. Nasdaq Composite justru tergelincir 0,2 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average berhasil naik tipis 0,1 persen. Secara pekanan, S&P dan Nasdaq masing-masing kehilangan sekitar 1,5 persen dan 2,1 persen, sementara Dow berakhir relatif datar.
Fokus Beralih ke Data Ekonomi dan Pandangan The Fed
Perhatian peserta pasar kini tertuju pada sejumlah agenda ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Informasi-informasi ini diharapkan dapat memberikan konteks yang lebih kuat mengenai kekuatan ekonomi domestik dan, yang lebih krusial, sinyal mengenai lintasan kebijakan moneter Federal Reserve.
Pada Rabu, data produksi industri untuk Januari akan dipublikasikan. Yang lebih ditunggu adalah risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal Reserve (FOMC) bulan Januari yang dirilis di hari yang sama. Risalah ini akan mengungkap diskusi mendalam di balik keputusan suku bunga terakhir, memberikan gambaran tentang pertimbangan dan kekhawatiran para pembuat kebijakan.
Selain itu, data perdagangan Januari dan yang paling penting, laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Desember, juga dijadwalkan terbit. Indeks PCE, yang menjadi tolok ukur inflasi favorit The Fed, dipandang sebagai faktor penentu utama dalam membentuk ekspektasi pasar terhadap suku bunga jangka panjang. Data survei Purchasing Managers' Index (PMI) untuk bulan Februari turut melengkapi kalender ekonomi yang padat pekan ini.
Artikel Terkait
Tokoh Nasional Soroti Politik Akal Sehat dan Rekonsiliasi dalam Kepemimpinan Prabowo
Harga Emas Batangan Pegadaian Bertahan Stabil pada 16 Februari 2026
Rupiah Menguat Tipis di Awal Pekan, Sentimen Domestik Batasi Ruang Apresiasi
Israel Setujui Pendaftaran Lahan Tepi Barat sebagai Properti Negara, Langkah Signifikan Sejak 1967