PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Jakarta Utara mengerahkan segenap sumber daya untuk mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang. Langkah ini diambil menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta, termasuk ancaman banjir rob, mulai 16 hingga 19 Februari 2026. Upaya mitigasi difokuskan pada titik-titik rawan genangan dengan menyiagakan puluhan unit pompa dan melakukan pengerukan sedimentasi.
Kesiapan Infrastruktur Pengendali Banjir
Sebagai garda terdepan penanganan banjir, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah mengaktifkan seluruh infrastruktur pompa yang dimiliki. Langkah ini merupakan respons konkret untuk meminimalisir dampak genangan air yang kerap melanda kawasan tersebut saat curah hujan tinggi.
Kepala Sudin SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, menjelaskan kesiapan teknis yang telah dilakukan. "Sebanyak 72 stasiun pompa dan 22 unit pompa mobile disiagakan sebagai langkah mitigasi banjir di sejumlah titik rawan genangan," ujarnya di Jakarta, Senin.
Tak hanya memastikan peralatan siap operasi, pihaknya juga melakukan pengosongan waduk secara proaktif. Pengoperasian pompa stasioner terus dilakukan untuk menjaga kapasitas tampung waduk, sehingga dapat menyerap limpasan air hujan secara optimal ketika musim hujan tiba.
Penanganan Penyebab Utama: Pendangkalan Sungai
Selain mengandalkan pompa, upaya jangka panjang juga digencarkan. Heria Suwandi mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pengerukan sedimentasi di sejumlah kali yang selama ini jarang tersentuh. Pengerukan ini dinilai krusial untuk mengembalikan fungsi saluran air.
Ia memaparkan kondisi yang melatarbelakangi keputusan tersebut. "Kondisi ini menyebabkan perubahan tata ruang pada beberapa kali sehingga kali mengalami penyempitan dan pendangkalan," jelasnya. Akumulasi sedimentasi yang tidak tertangani inilah yang sering memperparah genangan saat debit air meningkat.
Peringatan Dini BMKG dan Skala Ancaman
Kesiapsiagaan Pemkot Jakarta Utara berlandaskan pada data peringatan dini dari BMKG. Lembaga tersebut telah mengeluarkan informasi waspada untuk wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada Senin (16/2), dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu genangan dan luapan sungai.
Level kewaspadaan bahkan ditingkatkan untuk wilayah lain di Jakarta. BMKG mengeluarkan status siaga untuk Jakarta Pusat, Barat, Timur, Selatan, serta meluas hingga Kabupaten dan Kota Bogor. Pada level ini, potensi hujan lebat hingga sangat lebat membawa risiko yang lebih serius, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang dapat mengganggu layanan publik dan infrastruktur.
Dengan ancaman multidimensi ini, langkah-langkah mitigasi yang dijalankan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga berupaya mengatasi akar permasalahan, seperti pendangkalan sungai, untuk mengurangi kerentanan ibu kota terhadap bencana hidrometeorologi.
Artikel Terkait
BTN Kuasai 57% Penyaluran KPR Subsidi FLPP di Januari 2026
Lyon Kokohkan Posisi Tiga, Auxerre Hancurkan Metz di Pekan Kejutan Ligue 1
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek Mulai 16 Februari
Trump Kumpulkan Komitmen US$5 Miliar untuk Gaza, Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian