PDIP Posisikan Diri sebagai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo

- Senin, 16 Februari 2026 | 14:25 WIB
PDIP Posisikan Diri sebagai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo

PARADAPOS.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) secara resmi memposisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang dalam pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Posisi strategis ini, menurut pengurus partai, diambil untuk menjaga kesehatan demokrasi Indonesia sambil tetap mempertahankan hubungan personal yang telah lama terjalin antara pimpinan partai dengan Prabowo. Pernyataan ini disampaikan usai Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyelesaikan serangkaian kunjungan kerja ke Timur Tengah.

Pernyataan Resmi Usai Kunjungan Kerja

Penegasan sikap partai disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Ia berbicara di Arab Saudi, menyusul berakhirnya agenda kunjungan Megawati ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Kunjungan tersebut ditutup dengan pelaksanaan ibadah umrah oleh Megawati yang didampingi anak-anaknya, M Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyampaikan doa meminta bimbingan dan kekuatan dalam memimpin partai di tengah situasi politik yang diakui tidak mudah.

Menjaga Keseimbangan antara Politik dan Persahabatan

Basarah menjelaskan bahwa keputusan PDIP untuk berada di luar pemerintahan merupakan sebuah pilihan politik yang disengaja. Tujuannya adalah untuk berperan sebagai pengawal demokrasi yang kritis. Namun, di sisi lain, terdapat komitmen pribadi yang ingin dijaga.

"Di satu sisi, Ibu Mega telah mengambil garis politik untuk menjadi partai politik di luar pemerintahan, yang menjadi penyeimbang demokrasi bagi pemerintahan Presiden, pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Tetapi di satu sisi, Bu Mega juga tetap ingin menjaga komitmen persahabatannya, komitmen kemanusiaannya kepada Pak Prabowo," jelas Basarah.

Hubungan Personal yang Tidak Ingin Dirusak Politik

Lebih lanjut, Basarah mengutip langsung perkataan Megawati mengenai dinamika hubungannya dengan Prabowo Subianto. Kutipan tersebut menekankan pada pemisahan antara ranah politik dan hubungan kemanusiaan.

"Yang Ibu Mega mengatakan, 'Beliau adalah sahabat saya sejak dulu, dan hubungan kami tidak ingin rusak hanya karena politik.' Sehingga kemudian antara hubungan kemanusiaan dan hubungan politik ini, Bu Mega berusaha untuk mencari titik-titik keseimbangan," ungkapnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi upaya PDIP untuk menavigasi peta politik baru dengan hati-hati. Partai berusaha menjalankan fungsi konstitusionalnya sebagai oposisi yang konstruktif, tanpa harus mengorbankan ikatan personal yang telah terbangun puluhan tahun antara para elite politik nasional. Posisi ini menandai babak baru dalam relasi politik Indonesia, di mana kompetisi elektoral tidak serta merta menghapus jejaring hubungan lama.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar