PARADAPOS.COM - Banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menunjukkan dinamika yang mengkhawatirkan dengan pergerakan air dari hulu ke hilir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga terdampak telah meningkat menjadi sekitar 9.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 42 desa. Bencana ini dipicu oleh hujan deras lokal ditambah kiriman air dari sejumlah sungai, menyebabkan tanggul jebol dan permukiman terendam.
Pergerakan Air dan Dampak yang Meluas
Kondisi banjir di Grobogan terus bergeser. Di sejumlah kecamatan bagian hulu, genangan mulai surut. Namun, wilayah hilir justru mengalami penambahan ketinggian air seiring mengalirnya debit kiriman. Perpindahan massa air ini membuat penanganan bencana harus dilakukan secara simultan di berbagai titik.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menjelaskan kronologi kejadian melalui rilis resminya. Ia menyebut hujan dengan intensitas tinggi telah mengguyur wilayah Grobogan mulai Minggu malam hingga Senin dini hari.
"Selain curah hujan lokal, banjir juga dipicu kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, serta Sungai Lusi yang menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air dan meluap ke permukiman warga," paparnya.
Rincian Kerusakan dan Titik Rawan
Bencana ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk satu unit rumah rusak berat. Titik-titik rawan terutama berada di sepanjang aliran sungai yang tanggulnya tidak mampu menahan tekanan air. Beberapa tanggul dilaporkan jebol, seperti di Sungai Cabean, Sungai Jajar Baru, Sungai Jratun, dan dua titik di Sungai Tuntang.
Wilayah terdampak tersebar luas di sepuluh kecamatan, mulai dari Kedungjati, Tegowanu, hingga Godong. Situasi di lapangan sangat bervariasi. Abdul Muhari memberikan gambaran yang lebih rinci.
"Di Kecamatan Kedungjati, banjir yang sebelumnya menggenangi tujuh desa seperti Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, Kalimaro, dan Padas dengan ketinggian 20-40 sentimeter saat ini telah surut," jelasnya.
Sementara itu, di wilayah lain seperti Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, genangan sempat mencapai ketinggian sekitar satu meter dan berdampak pada ratusan keluarga. Di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, banjir masih menggenangi permukiman dengan ketinggian air 20 hingga 50 sentimeter akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.
Pemantauan Sungai dan Upaya Tanggap Darurat
Pemantauan tinggi muka air sungai menunjukkan kondisi yang berfluktuasi. Meski elevasi di Bendung Sedadi (Sungai Lusi) menunjukkan tren menurun dan di bawah status siaga, pos pemantauan lain seperti di Menduran justru mencatat tren kenaikan. Data hidrologis ini menjadi acuan penting bagi tim di lapangan untuk mengantisipasi pergerakan air lebih lanjut.
Upaya penanganan darurat telah digelar secara terkoordinasi. BPBD Kabupaten Grobogan bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan perangkat daerah tak hanya fokus pada evakuasi warga di titik-titik rawan, tetapi juga mendistribusikan bantuan logistik dan kasur lapangan. Aksi kerja bakti untuk memperkuat tanggul juga dilakukan sebagai langkah pencegahan.
Abdul Muhari memaparkan langkah-langkah teknis yang telah diambil.
"Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Grobogan bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan perangkat daerah telah melakukan pemantauan intensif melalui grup komunikasi kebencanaan, evakuasi warga terdampak di sejumlah titik seperti Perumahan Janur Kuning Desa Tambirejo Kecamatan Toroh, Permata Hijau dan Lingkungan Cebok Kelurahan Kalongan Kecamatan Purwodadi, Desa Tinanding Kecamatan Godong, serta Desa Cingkrong Kecamatan Purwodadi," ungkapnya.
Koordinasi dan Imbauan untuk Masyarakat
BNPB menyatakan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan, khususnya di wilayah hilir yang masih tergenang. Koordinasi yang solid antar lembaga menjadi kunci dalam menangani bencana berskala luas seperti ini, mengingat dinamika banjir yang masih aktif.
Masyarakat yang terdampak maupun yang berpotensi terdampak diimbau untuk tetap waspada. Potensi kenaikan debit air susulan masih perlu diantisipasi. Pihak berwenang menekankan pentingnya mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah daerah setempat untuk keselamatan bersama.
Artikel Terkait
Menlu RI Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Rekonstruksi Gaza di Forum DK PBB
Persib, Borneo, dan Persija Berebut Puncak di Lima Laga Penentu BRI Liga 1
Menlu Sugiono Pimpin Delegasi RI di Sidang DK PBB Bahas Krisis Palestina
Harga Emas Antam Turun Rp22.000 per Gram, Tren Pelemahan Berlanjut