Bus Transjakarta Keluarkan Asap Tebal di Halte Pancoran, Diduga akibat Kebocoran Radiator

- Senin, 16 Februari 2026 | 10:25 WIB
Bus Transjakarta Keluarkan Asap Tebal di Halte Pancoran, Diduga akibat Kebocoran Radiator

PARADAPOS.COM - Sebuah bus Transjakarta mengeluarkan asap tebal di Halte Pancoran, Jakarta Selatan, pada Sabtu (14/2/2026) siang, sehingga memicu kepanikan dan evakuasi spontan para penumpang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.33 WIB itu melibatkan bus gandeng rute Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) dan langsung ditangani oleh petugas di lokasi.

Permohonan Maaf dan Penjelasan Penyebab

Merespons insiden yang viral tersebut, Transjakarta secara resmi menyampaikan permohonan maaf. Manajemen mengonfirmasi bahwa bus bernomor unit DMR 715 itu merupakan armada yang dioperasikan oleh mitra operator, Damri.

"Transjakarta menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas gangguan teknis yang terjadi pada armada bus DMR 715, milik operator Damri rute Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) di Halte Pancoran pada Sabtu pukul 13.33 WIB," ungkap Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, pada Senin (16/2/2026).

Kebocoran Radiator Pemicu Asap

Menurut penjelasan resmi, kepulan asap yang memicu kekhawatiran penumpang berasal dari kebocoran pada radiator bus. Meski tampak mencemaskan, situasi di lapangan dapat dikendalikan dengan sigap. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman ke area halte dan kemudian dialihkan ke bus berikutnya tanpa insiden lanjutan.

Sebagai langkah pencegahan, armada yang bermasalah itu langsung diberhentikan sementara dari operasional. Pihak Transjakarta memutuskan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap unit tersebut sebelum mengizinkannya beroperasi kembali.

"Seluruh armada yang terdampak akan melalui proses audit teknis sebelum kembali beroperasi melayani pelanggan," tegas Ayu Wardhani.

Investigasi Meluas dan Komitmen Keamanan

Tidak berhenti pada satu unit, Transjakarta memperluas pemeriksaan untuk memastikan keandalan armada serupa. Investigasi internal yang lebih mendalam segera dilaksanakan guna mengidentifikasi akar permasalahan.

"​Transjakarta juga tengah melakukan investigasi internal mendalam, dan melakukan pemeriksaan pada 59 unit bus gandeng BBG merk Zhongtong, terutama pada sistem pendinginnya," jelasnya.

Langkah proaktif ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan yang ketat. Transjakarta menekankan bahwa tidak ada toleransi untuk kelalaian dalam hal kelaikan teknis kendaraan, mengingat prioritas utama adalah keamanan dan kenyamanan setiap penumpang yang menggunakan layanannya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar