PARADAPOS.COM - Pasca insiden penembakan pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Papua, yang menewaskan pilot dan kopilot, kepolisian memperkuat posisi keamanan di wilayah tersebut. Penambahan personel di Kabupaten Yahukimo dan Boven Digoel dilakukan untuk menjamin keselamatan warga serta memastikan kelancaran aktivitas penerbangan perintis yang vital bagi masyarakat setempat.
Penambahan Kekuatan dan Tantangan Medan
Merespons arahan pimpinan, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengerahkan tambahan pasukan. Kekuatan ini berasal dari Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, dan Polres Yahukimo. Langkah ini diambil menyusul terbatasnya jumlah personel yang harus mengamankan wilayah geografis yang sangat luas dan sebagian besar masih berupa hutan lebat.
Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas operasi tersebut, mengakui bahwa kondisi medan yang berat dengan akses terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pengejaran pelaku.
Proses Hukum dan Pengungkapan Pelaku
Di tengah upaya pengamanan, proses hukum juga berjalan. Aparat telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam penembakan memilikan tersebut.
"Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman," jelas Yusuf.
Berdasarkan kesaksian penumpang yang selamat, pelaku diduga menggunakan tiga hingga empat senjata api laras panjang. Sejumlah orang lain yang terlihat membawa senjata tajam tradisional seperti tombak, panah, dan parang.
"Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi," tambahnya.
Lanskap Keamanan dan Prioritas Perlindungan Warga
Kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo diperkirakan terdiri dari sekitar 200 orang yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil. Catatan kekerasan yang terkait dengan kelompok ini telah mencapai 23 insiden sejak awal tahun hingga pekan lalu.
Dalam situasi ini, perlindungan terhadap warga sipil ditegaskan sebagai prioritas utama operasi. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menekankan komitmen penegakan hukum yang profesional.
“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti," tegas Faizal.
Strategi Pengamanan yang Komprehensif
Operasi tidak hanya berfokus pada pengejaran. Upaya yang lebih luas dilakukan untuk memulihkan rasa aman dan mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata. Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, memaparkan langkah-langkah konkret yang diambil.
“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ungkap Adarma.
Insiden penembakan sendiri terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026. Pesawat Smart Air bernomor registrasi PK-SNR ditembaki sesaat setelah mendarat di Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel. Selain dua awak pesawat yang gugur, sebanyak 13 penumpang berhasil selamat. Polisi menyatakan pelaku merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Yahukimo.
Artikel Terkait
Kadin Dorong Pemerintah Prioritaskan Industri Ekspor-Padat Karya dalam Negosiasi Tarif AS
Toyota Avanza Bekas 2022 Tembus Rp205 Juta, Generasi Awal Masih Laku Rp50 Jutaan
Pemerintah Siapkan Empat Pelabuhan di Banten untuk Antisipasi Kemacetan Mudik 2026
Lebih dari 40.000 Peserta BPJS PBI Ajukan Reaktivasi Usai Dinonaktifkan