SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal

- Selasa, 13 Januari 2026 | 05:50 WIB
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
SBY: Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Banyak Negara Hancur karena Konflik

SBY Ingatkan Persaudaraan Modal Utama Menjadi Bangsa Kuat, Banyak Negara Hancur karena Konflik

Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan peringatan keras tentang bahaya konflik internal yang dapat menghancurkan sebuah bangsa. Dalam pidatonya, SBY menyoroti bahwa persaudaraan dan kerukunan adalah fondasi terpenting untuk membangun negara yang kuat.

Pelajaran dari Negara-Negara yang Hancur

SBY mengungkapkan, dunia telah memberikan banyak pelajaran berharga. Banyak negara dan bangsa yang terpuruk dalam kegelapan serta kehilangan harapan akan masa depan. Penyebab utamanya, menurutnya, adalah kegagalan dalam merajut ikatan persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan.

"Banyak bangsa yang mudah terpecah belah dan terus berada dalam suasana pertikaian karena tidak mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan. Bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini," tegas SBY tegas dalam Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 Partai Demokrat, Senin malam, 12 Januari 2026.

Tanggung Jawab Pemimpin dalam Menjaga Kerukunan

Mantan Presiden tersebut menekankan bahwa menjaga persatuan dalam keberagaman atau unity in diversity bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh. Nilai-nilai luhur tersebut harus terus dijaga dan dirawat selamanya.

Oleh karena itu, SBY berharap dan menyerukan tanggung jawab moral kepada seluruh pemimpin, baik di tingkat pemerintah, agama, maupun tokoh masyarakat. Mereka memiliki kewajiban untuk memastikan Indonesia tetap rukun, bersatu, dan memiliki persaudaraan yang tinggi.

"Itu adalah misi, kewajiban, dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini, termasuk para pemimpin agama, tokoh masyarakat, serta mereka yang sedang mengemban amanah untuk memimpin negara dan pemerintahan," tutup SBY mengakhiri pesannya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar