Warga Gelar Tahlilan di Depan Rumah Jokowi, Tuai Polemik di Media Sosial

- Senin, 16 Februari 2026 | 05:00 WIB
Warga Gelar Tahlilan di Depan Rumah Jokowi, Tuai Polemik di Media Sosial

PARADAPOS.COM - Sebuah aksi doa bersama yang tidak biasa menjadi sorotan setelah video menunjukkan puluhan warga menggelar tahlilan tepat di depan rumah pribadi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, ini memicu perdebatan luas di media sosial, menyoroti bentuk ekspresi dukungan publik yang dianggap melampaui kebiasaan umum.

Detak Doa di Depan Pagar

Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit yang beredar, suasana tampak khidmat. Puluhan orang duduk bersila di tepi jalan raya, tepat di seberang pagar kediaman mantan presiden tersebut. Lantunan doa dan kalimat tahlil mengalir, menciptakan pemandangan yang kontras dengan lalu lintas di sekitarnya. Menurut informasi yang tertera, para peserta merupakan warga yang datang dari wilayah Brebes dan Banyumas.

Motivasi mereka diungkapkan secara gamblang oleh salah seorang peserta. Seorang perempuan berhijab dalam video tersebut menjelaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan doa dan dukungan secara langsung.

“Kami mendoakan Pak Jokowi agar selalu diberikan kesehatan, panjang umur, dan dijauhkan dari segala macam fitnah serta tudingan yang tidak baik,” ujarnya.

Antara Keikhlasan dan Kesantunan Publik

Terlepas dari niatan baik yang disampaikan, pemilihan lokasi kegiatan inilah yang menuai polemik. Tradisi tahlilan dalam budaya masyarakat umumnya terkait dengan acara duka dan dilaksanakan di rumah keluarga, musholla, atau masjid. Pelaksanaannya di jalan depan rumah pribadi seorang figur publik, apalagi mantan presiden, dianggap sebagai sebuah langkah yang tidak lazim dan mengundang tanya.

Keheranan ini juga diungkapkan oleh pihak yang mengunggah video awal, Umar Hasibuan, seorang kader PKB. Melalui platform media sosialnya, ia mempertanyakan esensi dari aksi tersebut.

“Astaghfirullah, semakin aneh saja orang-orang yang dukung Jokowi ini. Tahlilan untuk apa? Kenapa dilakukan di jalan rumah Jokowi? Ada apa dengan mereka ini?” tulisnya.

Dua Sisi Penafsiran di Ruang Digital

Respons warganet pun terbelah, mencerminkan polarisasi pandangan yang kerap terjadi di ruang maya. Di satu sisi, banyak yang melihat aksi ini sebagai bentuk bakti dan solidaritas sosial yang tulus, sebuah ekspresi spiritual dari masyarakat akar rumput. Di sisi lain, tidak sedikit yang memandangnya sebagai bentuk kultus individu atau bahkan politisasi simbol-simbol agama yang kurang tepat tempat.

Peristiwa ini, meski sederhana, menyentuh persimpangan sensitif antara kebebasan berekspresi, etika ruang publik, dan dinamika dukungan politik pasca-kekuasaan. Ia menjadi cermin bagaimana sebuah tindakan yang dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan dapat ditafsirkan secara beragam, bergantung pada sudut pandang dan konteks sosial yang melatarbelakanginya.

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih terus dibagikan dan diperbincangkan, menunjukkan daya resonansi peristiwa yang melampaui momen fisiknya sendiri.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar