Ramadan 2026 Diprediksi Dimulai 19 Februari, Pakistan Berpotensi Lebih Awal

- Selasa, 17 Februari 2026 | 02:25 WIB
Ramadan 2026 Diprediksi Dimulai 19 Februari, Pakistan Berpotensi Lebih Awal

PARADAPOS.COM - Umat Islam di berbagai belahan dunia bersiap menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, yang diprediksi akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil perhitungan dan pemantauan hilal (bulan sabit baru) yang akan dilakukan pada Selasa, 17 Februari. Meski mayoritas negara, termasuk Arab Saudi, Turki, Singapura, dan Australia, mengarah pada tanggal tersebut, terdapat perbedaan metode penentuan yang menyebabkan variasi, seperti di Pakistan yang kemungkinan memulai puasa lebih awal.

Dasar Penetapan dan Tantangan Pengamatan Hilal

Penentuan awal Ramadan secara tradisional bergantung pada kesaksian visual atas kemunculan hilal. Namun, perkembangan ilmu astronomi modern kini memberikan peta perhitungan yang lebih akurat. Untuk Ramadan tahun ini, para ahli astronomi memprediksi hilal akan sangat sulit, bahkan mustahil, terlihat di sebagian besar wilayah dunia pada tanggal pemantauan. Faktor kunci yang menjadi penghalang adalah posisi bulan yang terbenam lebih dahulu daripada matahari, serta pemisahan sudut (elongasi) yang terlalu kecil, di bawah batas visibilitas yang dikenal sebagai Batas Danjon.

Kondisi astronomis yang demikian membuat kesaksian visual secara langsung menjadi tidak mungkin, sehingga banyak otoritas keagamaan mengandalkan perhitungan ilmiah sebagai dasar penetapan.

Konfirmasi dari Berbagai Negara

Sejumlah negara telah memberikan konfirmasi awal berdasarkan kajian yang dilakukan. Di kawasan Timur Tengah, Oman menjadi negara Teluk pertama yang secara resmi menyatakan Ramadan 1447 H akan dimulai pada 19 Februari, setelah menyempurnakan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Sementara itu, otoritas di Uni Emirat Arab, meski telah menyampaikan perkiraan tanggal yang sama, menegaskan bahwa pengumuman resmi tetap menunggu hasil sidang itsbat setelah pemantauan hilal dilaksanakan.

Turki, yang dikenal dengan metode hisab (perhitungan) rukyat-nya, juga telah mengonfirmasi tanggal 19 Februari. Pihak berwenang di Ankara menjelaskan bahwa data astronomi yang mereka miliki menunjukkan hilal tidak akan terlihat pada malam pemantauan.

Penetapan di Kawasan Asia dan Eropa

Di Asia Tenggara, Singapura mengambil keputusan serupa. Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) menyatakan bahwa pada 17 Februari, bulan akan terbenam sebelum matahari, sehingga penampakan hilal dari wilayahnya dinyatakan mustahil. Hal ini mengantarkan pada penetapan 19 Februari sebagai hari pertama puasa.

Konfirmasi juga datang dari benua lain. Di Australia, Dewan Fatwa setempat telah mengumumkan tanggal yang sama. Mufti Agung Australia, Ibrahim Abu Mohamad, memberikan penjelasan lebih rinci.

"Di Sydney dan Perth, bulan baru Ramadan muncul setelah matahari terbenam pada Selasa, 17 Februari, sehingga bulan tersebut tidak mungkin dimulai pada malam itu," ungkapnya.

Sementara di Prancis, negara dengan komunitas Muslim terbesar di Eropa, Dewan Agama Islam Prancis (CFCM) mengumumkan puasa akan dimulai pada 19 Februari. Keputusan ini diambil setelah perhitungan menunjukkan konjungsi (ijtimak) bulan baru terjadi pada Selasa siang waktu setempat.

Pengecualian dari Pakistan

Berbeda dengan tren global, Pakistan berpotensi memulai Ramadan sehari lebih awal, yakni pada 18 Februari 2026. Departemen Meteorologi Pakistan (PMD) mengindikasikan bahwa bulan baru berpeluang untuk terlihat pada 17 Februari sore hari waktu setempat, yang bertepatan dengan tanggal 29 Sya'ban. Jika hilal berhasil disaksikan, maka 1 Ramadan akan langsung dimulai keesokan harinya.

"Berdasarkan perhitungan astronomi, ada kemungkinan besar hilal akan terlihat pada Selasa waktu setempat," jelas laporan dari PMD, seraya menambahkan bahwa keputusan final tetap berada di tangan otoritas berwenang yang akan melakukan sidang itsbat.

Perbedaan ini menggarisbawahi keragaman metodologi dalam penentuan kalender Islam secara global, yang tetap menghormati baik pendekatan rukyat (pengamatan) murni maupun kombinasi hisab dan rukyat. Meski tanggal yang berlaku mungkin berbeda, semangat untuk menyambut bulan penuh berkah ini tetap sama di hati umat Muslim di seluruh dunia.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar