BMKG Imbau Nelayan Sumsel Waspada Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter

- Selasa, 17 Februari 2026 | 11:25 WIB
BMKG Imbau Nelayan Sumsel Waspada Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter

PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk perairan Sumatera Selatan. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator pelayaran di wilayah Banyuasin, diminta meningkatkan kewaspadaan mulai 18 hingga 21 Februari 2026 mendatang.

Peringatan Gelombang Tinggi Hingga 2.5 Meter

Berdasarkan analisis terkini, BMKG memproyeksikan ketinggian gelombang di perairan Sumsel dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dalam periode empat hari tersebut. Kondisi ini dipicu oleh pola angin yang bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan signifikan, yakni antara 6 hingga 25 knot.

Kecepatan angin dan tinggi gelombang seperti itu dinilai berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran. Risiko tersebut berlaku untuk berbagai jenis kapal, dengan ambang batas yang berbeda-beda.

Dampak pada Aktivitas Pelayaran

Menurut penjelasan BMKG, kondisi ini berisiko tinggi bagi operasi pelayaran. Untuk perahu nelayan tradisional, kondisi berbahaya terpicu ketika kecepatan angin mencapai 15 knot disertai gelombang setinggi 1,25 meter. Sementara itu, bagi kapal tongkang yang lebih besar, risiko meningkat saat angin berkecepatan 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.

Peringatan ini bukan sekadar imbauan biasa, melainkan sebuah arahan teknis yang didasarkan pada pemantauan data meteorologi dan klimatologi secara langsung. BMKG menekankan pentingnya memperhatikan prakiraan cuaca maritim sebelum memutuskan untuk berlayar.

Koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan

Sebagai langkah antisipasi, otoritas setempat telah menyiapkan protokol keselamatan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang menyatakan kesiapannya untuk mengeluarkan Notice to Mariners (NtM) atau surat pemberitahuan resmi kepada para pelaut jika kondisi cuaca memburuk sesuai informasi dari BMKG.

Kepala KSOP Kelas 1 Palembang, Laksamana Pertama TNI Idham Faca, menjelaskan bahwa keselamatan lalu lintas di perairan Sungai Musi sangat bergantung pada akurasi informasi cuaca.

“Keselamatan perairan Sungai Musi beberapa ke depan tergantung informasi cuaca dari pihak BMKG,” ungkapnya.

Idham Faca menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas berdasarkan informasi tersebut.

“Karena kapal yang melintas akan diperingati atau disetop, ada tiga penyebab yakni ada status persoalan hukum kepada kapal, faktor-faktor cuaca tidak bersahabat, kemudian kapal yang tidak sesuai spesifikasi terkait izin maupun legalitas,” jelasnya.

Koordinasi yang erat antara BMKG sebagai penyedia data cuaca dan KSOP sebagai regulator pelabuhan ini menjadi kunci utama dalam mitigasi risiko. Imbauan ini diharapkan dapat disikapi dengan serius oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar