Pemerintah Soroti Stabilitas Ekonomi Jelang Periode Penting

- Rabu, 18 Februari 2026 | 01:25 WIB
Pemerintah Soroti Stabilitas Ekonomi Jelang Periode Penting

PARADAPOS.COM - Pemerintah menggarisbawahi pentingnya stabilitas ekonomi jelang periode penting, dengan sejumlah kebijakan dan perkembangan investasi menjadi sorotan utama. Berita-berita ekonomi pada Selasa (17/2) menyoroti proyeksi arus mudik Lebaran 2026, ajakan konsumsi wajar selama Ramadhan, hingga masuknya investasi asing baru. Berikut rangkuman lengkapnya.

Proyeksi Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Lampaui Survei

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pergerakan angkutan Lebaran 2026 berpotensi melampaui angka prakiraan survei. Pernyataan ini disampaikannya di Bandarlampung, Selasa, meskipun data sementara justru menunjukkan adanya penurunan proyeksi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Angka prakiraan pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 sebesar 143,9 juta orang, atau ada penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan 2025 sebesar 146,4 juta orang,” jelasnya.

Analisis ini mengindikasikan perlunya kewaspadaan dan kesiapan ekstra dari penyelenggara angkutan, mengingat dinamika lapangan seringkali berbeda dengan hasil pemodelan awal.

FKBI Ajak Masyarakat Konsumsi Wajar Selama Ramadhan

Menjelang bulan suci Ramadhan, Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengimbau publik untuk menjaga pola konsumsi kebutuhan pokok secara rasional. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan di pasar.

Ketua FKBI Tulus Abadi menegaskan, “Agar masyarakat berkonsumsi secara wajar sesuai kebutuhan, jangan berlebih-lebihan, jangan pula melakukan panic buying. Konsumsi yang melebihi kewajaran adalah menjurus pada perilaku egois, dan pasar bisa terdistorsi, seperti harga yang melambung, bahkan kelangkaan pasokan barang.”

Ajakan ini merupakan langkah preventif yang lazim digaungkan, mengingat pola permintaan yang meningkat tajam selama Ramadhan kerap menjadi tantangan tersendiri.

Dua Investor Asing Masuk ke Lombok Tengah Awal 2026

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mencatat adanya sinyal positif untuk sektor pariwisata daerah. Dua investor asing, masing-masing berasal dari Maroko dan Australia, telah masuk pada awal tahun 2026 untuk menggarap proyek akomodasi pendukung pariwisata.

“Di awal 2026 ini, sementara ada dua investor asing yang melakukan investasi di Lombok Tengah,” tutur Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2T) setempat, Helmi Qazwaini.

Kedatangan investor ini mencerminkan terus menggeliatnya minat terhadap destinasi wisata di Indonesia Timur, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menteri Transmigrasi Nilai Situasi Rempang Cenderung Kondusif

Di wilayah lain, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan penilaian terkini mengenai iklim di Pulau Rempang, Batam. Menurutnya, situasi di kawasan yang tengah berkembang tersebut telah menunjukkan tren positif.

“Selama satu tahun terakhir ini kan situasinya juga lebih cenderung, damai, peaceful, sehingga menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun,” ungkapnya usai perayaan Imlek di Batam.

Pernyataan ini penting untuk memberikan konteks keamanan dan kenyamanan, dua faktor penentu bagi kelancaran proyek-proyek strategis jangka panjang.

Bapanas Susun Rancangan Perpres Penyelamatan Pangan

Pada ranah kebijakan pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah melakukan penyusunan regulasi baru. Lembaga tersebut diberi amanah untuk merancang Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penyelamatan Pangan pada tahun ini.

“Untuk tahun ini Badan Pangan Nasional kembali diberikan amanah untuk menyusun (Rancangan) Perpres tentang Penyelamatan Pangan,” kata Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, dalam sebuah diskusi daring di Jakarta.

Inisiatif penyusunan peraturan ini mengisyaratkan upaya lebih sistematis dan terstruktur dalam menangani isu limbah pangan dan keamanan pasokan, yang menjadi perhatian global.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar