Wamenag Tegaskan Larangan Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 01:50 WIB
Wamenag Tegaskan Larangan Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan
Wamenag Imbau Tidak Ada Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan

PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan sweeping atau sweeping terhadap rumah makan yang beroperasi di siang hari selama bulan Ramadan. Imbauan ini disampaikan usai Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan di Jakarta, Selasa (17/2/2026), sebagai upaya menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa di tengah keberagaman keyakinan.

Imbauan Menjaga Kekhusyukan dan Saling Hormat

Dalam penjelasannya, Romo Syafi’i menekankan pentingnya umat Islam dapat menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk. Di sisi lain, ia juga mengharapkan mereka yang tidak berpuasa untuk turut menunjukkan penghormatan. Namun, prinsip saling menghargai ini, menurutnya, harus berjalan dua arah.

“Tadi imbauan cukup jelas, agar umat Islam menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk. Mereka yang tidak berpuasa diharapkan menghormati orang yang berpuasa,” tuturnya.

Fasilitas bagi yang Tidak Berpuasa Perlu Dijaga

Wamenag mengingatkan bahwa dalam masyarakat yang majemuk, tidak semua warga negara menjalankan ibadah puasa. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas seperti rumah makan yang tetap buka menjadi sebuah keniscayaan untuk melayani mereka.

“Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, tidak semua orang berpuasa. Masih memungkinkan ada fasilitas yang bisa dinikmati oleh mereka yang tidak puasa,” ujarnya.

Dia menilai akan timpang jika karena sebagian besar masyarakat berpuasa, lalu semua orang dipaksa untuk mengalami hal yang sama. Pendekatan semacam itu dinilainya justru dapat mengikis rasa kebersamaan.

“Enggak mungkin gara-gara kita puasa, semuanya harus merasakan puasa. Yang tidak puasa karena keyakinan berbeda tidak bisa makan dan minum. Ini harus dipertimbangkan dalam membangun kebersamaan,” jelasnya.

Penegasan: Tidak Ada Rencana Sweeping

Menanggapi kekhawatiran akan aksi sweeping oleh kelompok tertentu, Romo Syafi’i dengan lugas membantah adanya rencana semacam itu. Ia menegaskan bahwa sikap menghormati perbedaan adalah fondasi utama dalam kehidupan berbangsa.

“Enggak ada, enggak ada sweeping-sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” katanya.

Membangun Koridor Kebersamaan di Tengah Perbedaan

Di akhir pernyataannya, Wamenag kembali menekankan pesan intinya tentang pentingnya merawat persatuan. Dalam pandangannya, membangun koridor kebersamaan dengan saling menghormati adalah kunci agar perbedaan tidak menjadi alat perpecahan.

“Harus dibangun suasana saling menghormati, sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan,” pungkasnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar