KemenPPPA Prihatin atas Kematian Anak di Sukabumi Diduga Dianiaya Ibu Tiri

- Minggu, 22 Februari 2026 | 09:25 WIB
KemenPPPA Prihatin atas Kematian Anak di Sukabumi Diduga Dianiaya Ibu Tiri

PARADAPOS.COM - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyampaikan dukacita mendalam atas tewasnya seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Anak tersebut diduga mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya, meninggal dengan sejumlah luka lebam dan luka bakar di tubuhnya. Peristiwa ini terjadi di tengah keluarga korban yang tengah mempersiapkan ibadah puasa, menimbulkan keprihatinan yang dalam.

Pernyataan Resmi dan Penantian Hasil Penyidikan

Dalam pernyataannya, Pelaksana Tugas Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Indra Gunawan, mengungkapkan kesedihan sekaligus keprihatinan atas tragedi ini. Ia menekankan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius, terutama dalam momen keagamaan yang seharusnya penuh kedamaian.

"Kami turut berdukacita atas meninggalnya seorang anak di Sukabumi. Tentu ini menjadi keprihatinan kita semua di tengah-tengah umat Islam menyambut dan melaksanakan ibadah puasa, seorang anak meninggal dengan ditemukan lebam dan luka di tubuhnya," ungkapnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (22 Februari 2026).

Indra menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian. "Kita masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari polisi mengenai penyebab meninggalnya," jelasnya.

Dugaan Masalah dalam Pengasuhan

Merespons adanya dugaan kuat kekerasan yang dialami korban, Indra Gunawan menyoroti kemungkinan adanya keretakan dalam sistem pengasuhan di dalam keluarga. Ia menilai, peristiwa tragis seperti ini seringkali berakar dari lemahnya fungsi keluarga sebagai lingkungan perlindungan utama bagi anak.

"Resiliensi keluarga dan penguatan peran keluarga sebagai fungsi pengasuhan dan pendidikan yang pertama dan utama perlu terus dikuatkan untuk melindungi anak-anak kita dari berbagai kasus kekerasan yang bisa dilakukan oleh orang terdekat dengan anak," tuturnya.

Kronologi Singkat Peristiwa

Berdasarkan informasi yang berkembang, korban yang sehari-hari tinggal di sebuah pesantren, sedang berada di rumah untuk libur persiapan puasa. Saat kejadian, ayah korban yang bekerja di Kota Sukabumi mendapat telepon dari istrinya yang melaporkan bahwa anaknya jatuh sakit.

Begitu sang ayah tiba di rumah, kondisi anak sudah memprihatinkan. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut, meninggalkan luka-luka yang mengindikasikan tindak kekerasan.

Kasus ini kini berada dalam penyelidikan kepolisian. Masyarakat dan pihak berwenang sama-sama berharap proses hukum berjalan transparan, sambil merenungkan pentingnya sistem perlindungan anak yang lebih kuat di tingkat keluarga dan komunitas.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar