Survei: Pemerintahan Prabowo-Gibran Raih Approval Rating 79,2%, Dukungan Tertinggi dari Indonesia Timur

- Minggu, 22 Februari 2026 | 10:50 WIB
Survei: Pemerintahan Prabowo-Gibran Raih Approval Rating 79,2%, Dukungan Tertinggi dari Indonesia Timur

PARADAPOS.COM - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan tingkat persetujuan publik (approval rating) yang tinggi, mencapai 79,2 persen, berdasarkan survei nasional terbaru. Data yang dirilis lembaga survei Indekstat pada Sabtu, 21 Februari 2026, ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kinerja kabinet di awal masa jabatan, dengan optimisme publik yang menguat terutama di wilayah Indonesia Timur.

Metodologi dan Temuan Utama

Survei nasional ini digelar dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin kesalahan sekitar 2,9 persen. Hasilnya menunjukkan hampir delapan dari sepuluh warga Indonesia menyatakan kepuasan terhadap pemerintahan yang baru berjalan sekitar satu tahun empat bulan.

Angka ini bukan sekadar statistik semata, melainkan gambaran awal modal politik yang cukup signifikan. Laporan tersebut menegaskan bahwa pemerintah berhasil membangun basis dukungan yang kokoh dalam periode yang relatif singkat.

Disparitas Dukungan: Timur Lebih Optimistis

Analisis mendalam dari data survei mengungkap disparitas geografis yang menarik. Tingkat kepuasan justru paling masif tercatat di luar Pulau Jawa. Kalimantan memimpin dengan angka fantastis 96,66 persen, disusul oleh Sulawesi (95,28 persen), serta Maluku dan Papua (93,16 persen).

Sebaliknya, kepuasan di Jawa dan Sumatera, meski tetap tinggi, berada pada kisaran yang lebih rendah, yakni 88,9 persen dan 86,7 persen. Perbedaan ini menarik perhatian banyak pengamat.

Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, memberikan penjelasan atas fenomena tersebut. Ia menilai dinamika akses informasi dan sikap kritis masyarakat di tiap wilayah turut memengaruhi angka.

"Daya kritis dan kecepatan informasi menjadi faktor yang berpengaruh," tuturnya dalam pemaparan hasil survei secara daring.

Dari sudut pandang kebijakan, tingginya dukungan di Indonesia Timur kerap dilihat sebagai respons positif terhadap agenda pemerataan pembangunan. Sementara, angka yang relatif lebih rendah di Jawa dan Sumatera diinterpretasikan sebagai cerminan tuntutan yang lebih kompleks, terutama terkait stabilitas daya beli dan penguatan ekonomi mikro di wilayah padat penduduk.

Optimisme dan Keraguan Generasi Muda

Selaras dengan indeks kepuasan, sentimen optimisme terhadap masa depan Indonesia juga menunjukkan tren positif. Wilayah Sulawesi dan Kalimantan kembali menjadi yang terdepan dalam menyuarakan keyakinan ini.

Namun, survei ini juga berhasil memotret perbedaan perspektif yang cukup jelas antar-generasi. Kelompok Generasi X dan Baby Boomers tercatat sebagai yang paling optimistis, dengan angka melampaui 85 persen. Di sisi lain, Generasi Z menunjukkan sikap yang lebih skeptis, meski tetap berada dalam zona mayoritas yang positif.

Ali Mahmudin kemudian menjabarkan akar dari keraguan yang muncul di kalangan anak muda tersebut.

"Gen Z cenderung lebih kritis dan reflektif. Kelompok ini sangat sensitif terhadap isu pekerjaan, upah, dan mobilitas sosial," jelasnya.

Tantangan Menjaga Kepercayaan

Secara keseluruhan, laporan Indekstat ini memberikan peta awal yang berharga bagi pemerintah. Modal politik dari dukungan publik yang luas, khususnya dari wilayah Timur, merupakan aset berharga di awal periode pemerintahan.

Namun, laporan itu juga secara implisit menyiratkan tantangan ke depan. Konsistensi dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan, terutama yang menyentuh isu stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja, akan menjadi kunci krusial. Keberhasilan dalam dua hal itulah yang akan menentukan apakah kepercayaan, khususnya dari pemilih urban dan generasi muda yang lebih kritis, dapat dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar