Eric Dane Meninggalkan Pesan Haru untuk Putrinya dalam Video Terakhir di Netflix

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:00 WIB
Eric Dane Meninggalkan Pesan Haru untuk Putrinya dalam Video Terakhir di Netflix

PARADAPOS.COM - Dunia hiburan internasional berduka dengan meninggalnya Eric Dane, aktor yang dikenal luas sebagai "McSteamy" dari serial fenomenal Grey's Anatomy. Pria berusia 53 tahun itu menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 19 Februari, setelah berjuang melawan penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) yang dideritanya sejak April tahun lalu. Kabar duka ini menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Netflix baru-baru ini merilis cuplikan wawancara personal Dane dari program "Famous Last Words". Dalam video berdurasi hampir enam menit yang diunggah di akun Instagram resmi mereka pada Sabtu (21/2) itu, aktor yang juga dikenal dari serial "Euphoria" tersebut menyampaikan pesan pengharapan yang mengharukan untuk kedua putrinya, Billie Beatrice (16) dan Georgia Geraldine (14).

Dengan suara yang tenang namun penuh ketegasan, Dane yang terlihat duduk di kursi roda berbagi kenangan indah sekaligus pelajaran hidup berharga yang ia petik dari perjalanan melawan penyakitnya.

"Billie dan Georgia, kata-kata ini buat kalian. Aku udah berusaha. Aku kadang tersandung, tapi aku udah berusaha. Pada akhirnya, kita bersenang-senang, kan?" ujarnya.

Kenangan di Tengah Ombak

Suasana haru semakin terasa ketika Dane mengenang momen-momen kebersamaan keluarganya di berbagai pantai, dari Santa Monica, Hawaii, hingga Meksiko. Saat mengingat kedua putrinya yang begitu ceria bermain di laut, suaranya terdengar tercekat oleh emosi.

"Aku melihat kalian sekarang bermain di laut selama berjam-jam, anak-anak airku. Hari-hari itu adalah surga," kenangnya dengan penuh rasa rindu.

Sebelum mengakhiri pesannya, ia dengan sengaja menyampaikan empat pelajaran inti yang ia harap dapat menjadi pegangan hidup bagi Billie dan Georgia di masa depan.

"Aku ingin memberi tahu kalian empat hal yang aku pelajari dari penyakit ini. Aku harap kalian tidak hanya sebatas mendengarku, tapi juga memahami," harap Dane.

1. Hidup Sepenuhnya di Masa Kini

Pelajaran pertama yang ia tekankan adalah pentingnya menghargai dan hidup sepenuhnya di saat ini. Dane mengaku sempat terjebak dalam penyesalan atas masa lalu dan kecemasan akan masa depan, yang justru menggerogoti semangatnya. Perjuangan melawan ALS-lah yang akhirnya memaksanya, sekaligus mengajarkannya, untuk sepenuhnya berada di masa kini.

"'Aku gak seharusnya kayak gini. Aku gak seharusnya kayak gitu.' Cukup sudah. Demi bertahan hidup, aku terpaksa tinggal di masa kini. Tapi aku juga sebenarnya tidak ingin berada di tempat lain. Masa lalu dipenuhi penyesalan. Masa depan masih belum pasti. Jadi, kalian harus hidup di masa kini. Masa kini adalah satu-satunya yang kamu miliki. Hargailah itu. Nikmatilah setiap momen," pesannya dengan tegas.

2. Temukan Passion yang Membara

Dane juga mendorong anak-anaknya untuk menemukan cinta dan gairah dalam hal yang mereka tekuni. Bagi dirinya, akting telah menjadi sumber cahaya yang menemani melalui masa-masa tersulit. Meski kondisi fisiknya membatasi banyak hal, semangatnya untuk berakting tidak pernah padam.

"Aku masih mencintai pekerjaanku, aku masih menantikannya, aku masih ingin berdiri di depan kamera dan memainkan peranku. Pekerjaanku tidak mendefinisikan diriku, tapi ia membangkitkan semangatku," ungkapnya dengan mata yang masih berbinar.

3. Kekuatan Persahabatan Sejati

Dalam setahun terakhir perjuangannya, Dane menyadari betapa berharganya arti pertemanan. Ia menasihati putri-putrinya untuk memilih teman secara bijak dan memberikan diri sepenuhnya dalam persahabatan yang tulus. Ia menggambarkan bagaimana kehadiran sederhana sahabat-sahabatnya—dengan makan bersama atau mendengarkan musik—menjadi penopang yang luar biasa.

"Temukan orang-orangmu dan biarkan mereka menemukanmu. Terus, berikan dirimu kepada mereka. Yang terbaik di antara mereka akan membalas kebaikanmu. Tanpa penilaian, tanpa syarat, tanpa pertanyaan," tutur Dane.

Lanjutnya dengan penuh penghayatan, "Mereka tidak melakukan hal-hal istimewa; mereka hanya hadir. Itu hal yang besar. Hanya hadir. Dan cintai teman-temanmu dengan sepenuh hati. Pegang erat mereka. Mereka akan menghiburmu, membimbingmu, membantumu, mendukungmu, dan beberapa di antaranya akan menyelamatkanmu."

4. Ketangguhan dan Martabat di Tengah Badai

Nasihat terakhirnya adalah warisan ketangguhan yang paling nyata. Melalui caranya menghadapi ALS, Dane berharap telah memberikan contoh tentang menghadapi kesulitan dengan ketabahan dan harga diri yang tetap terjaga.

"Aku harap aku telah menunjukkan bahwa kalian bisa menghadapi apa pun. Kalian bisa menghadapi akhir hidup kalian. Kalian bisa menghadapi neraka dengan penuh martabat. Berjuanglah, Nak, dan tegakkan kepala kalian," tutupnya dengan pesan yang penuh kekuatan, mengukir pesan terakhir seorang ayah untuk anak-anak yang sangat dicintainya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar