PARADAPOS.COM - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho meresmikan Gedung Road Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jambi, Kamis (12/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan kendaraan operasional dan perangkat ETLE guna memperkuat transformasi digital penegakan hukum lalu lintas. Agenda ini juga menjadi momentum persiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera.
Transformasi Digital dan Kultur Pelayanan
Peresmian gedung yang akan berfungsi sebagai pusat kendali lalu lintas modern itu diwarnai dengan penyerahan dua unit kendaraan operasional dan lima unit perangkat ETLE Mobile Handheld Presisi. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Korlantas Polri untuk terus meningkatkan pelayanan melalui teknologi. Irjen Agus, dalam sambutannya, mengawali dengan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Namun, jenderal bintang dua itu menekankan bahwa kecanggihan alat tidak akan berarti tanpa diiringi perubahan sikap dan kultur personel di lapangan. Menurutnya, Polantas harus selalu hadir dengan pendekatan pelayanan yang manusiawi, sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Polantas harus menyapa dan melayani masyarakat dengan hati. Ingat, senyum Polantas adalah marka utama," tuturnya di Gedung RTMC Polda Jambi.
Angka Fatalitas Turun, Kewaspadaan Tetap Diperlukan
Irjen Agus juga memaparkan perkembangan positif dalam upaya penurunan angka fatalitas kecelakaan secara nasional. Data menunjukkan tren penurunan, dari 26.000 korban jiwa pada 2024 menjadi 23.300 pada 2026. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tugas belum usai. Keselamatan masyarakat, tegasnya, harus tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh kendur.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan mudik mendatang, Kakorlantas telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Bersama Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar dan sejumlah stakeholder, ia menelusuri ruas Jalan Tol Bayung Lencir-Tempino, dari Gerbang Tol (GT) Pijauan hingga Exit GT Sebapo, pada Senin (23/2).
Persiapan Menyambut Operasi Ketupat 2026
Dari hasil tinjauan, Irjen Agus menilai kondisi jalur Trans Sumatera secara umum cukup terkendali. Namun, ia menyoroti masih banyaknya kendaraan berukuran besar yang beroperasi. Ia berharap kendaraan over dimensi atau sumbu tiga dapat menghentikan operasionalnya selama puncak arus mudik dan balik demi keselamatan bersama.
"Saya lihat (jalur) Trans Sumatra cukup terkendali, tetapi masih banyak kendaraan yang masih beroperasi. Mudah-mudahan nanti pada saat Operasi Ketupat, kendaraan yang over dimensi tidak melakukan operasional. Karena kita harus mengedepankan rekan-rekan dan saudara kita yang sedang mudik dan balik," jelasnya.
Keberadaan Tol Trans Sumatera, lanjutnya, dinilai sangat strategis untuk mendistribusikan arus kendaraan. Data traffic counting menunjukkan volume harian di ruas tol mencapai sekitar 5.000 kendaraan. Pembagian beban kendaraan antara jalur tol dan arteri ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas jalan dan memperlancar perjalanan pemudik menuju berbagai daerah seperti Palembang, Riau, dan Sumatera Barat.
"Adanya Trans Sumatera dan tol ini sangat strategis. Artinya, ketika kendaraan beroperasi di Trans Sumatera atau arteri, sekarang bisa dibagi dengan adanya tol ini. Sehingga kapasitas volume kendaraan antara arteri dan tol ini tentunya akan memperlancar pemudik nanti," papar Irjen Agus.
Komando Langsung Kapolda dan Simulasi Menyeluruh
Untuk pelaksanaan Operasi Ketupat di wilayah Jambi, komando akan dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar. Persiapan dilakukan secara matang, mulai dari penempatan pos pengamanan (pospam), pos pelayanan, hingga penyebaran personel. Latihan dan simulasi berbagai skenario operasi juga akan digelar guna memastikan kesiapan di lapangan.
"Jadi ini sangat strategis. Operasi Ketupat nanti yang ada di Jambi langsung dipimpin oleh Pak Kapolda. Tentunya nanti penempatan pospam, pos pengamanan, termasuk penempatan anggota akan dipersiapkan dengan baik. Saya yakin nanti ada latihan operasi yang akan disimulasikan," ungkapnya.
"Skenario-skenario disiapkan untuk meyakinkan bahwa negara hadir untuk menjamin selama Operasi Ketupat itu harkamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga," pungkas Kakorlantas.
RTMC Jambi Sebagai "Otak" Pengawasan
Di tempat yang sama, Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar menyambut baik dukungan dan kunjungan Kakorlantas. Ia menilai kehadiran pimpinan Korlantas menjadi motivasi bagi jajarannya untuk memberikan pelayanan profesional menjelang mudik Lebaran.
Krisno menjelaskan, Gedung RTMC yang baru diresmikan bukan sekadar kantor baru, melainkan akan berfungsi sebagai "otak" atau pusat analisis informasi lalu lintas di Jambi. Jaringan kamera pengawasan yang telah terpasang di sejumlah kabupaten tidak hanya untuk mitigasi kecelakaan, tetapi juga dapat mendukung penanganan kriminalitas di jalan raya, menandai integrasi teknologi yang semakin komprehensif dalam tugas kepolisian.
Artikel Terkait
Bank Jambi Lakukan Audit Forensik Usai Laporan Hilangnya Dana Nasabah
Agrinas Siap Tunda Impor 105.000 Pikap India Seturut Arahan DPR
Imlek Festival 2577 Dibuka di Jakarta, Kolaborasi Budaya di Bulan Ramadan
OJK Dalami 32 Kasus Dugaan Manipulasi Pasar Modal, Termasuk Peran Influencer