PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan berbagai layanan skrining kesehatan lainnya, termasuk deteksi dini tuberkulosis (TBC). Langkah ini memungkinkan masyarakat memperoleh beberapa layanan medis sekaligus dalam satu kali kunjungan, sehingga prosesnya lebih ringkas dan efisien. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, menegaskan bahwa integrasi ini merupakan respons terhadap kebutuhan warga akan pelayanan yang cepat, nyaman, dan berkualitas di tengah meningkatnya jumlah peserta program.
Layanan Terintegrasi di Puskesmas
Saat ini, seluruh puskesmas di Jakarta Timur telah mengadopsi sistem terpadu tersebut. Warga yang datang untuk berobat dapat langsung memanfaatkan layanan CKG dan pemeriksaan penunjang lainnya tanpa perlu mengurus administrasi secara terpisah. Hal ini diharapkan mampu menekan waktu tunggu serta mengurangi beban antrean di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Integrasi ini memungkinkan masyarakat mendapatkan beberapa layanan kesehatan sekaligus sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien," ujar Arief dalam keterangannya, Sabtu, 11 Juli 2026.
Strategi Jemput Bola ke Berbagai Lokasi
Selain integrasi di puskesmas, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga memperluas jangkauan program CKG melalui pendekatan jemput bola. Layanan ini tidak hanya menyasar sekolah dan kantor pemerintahan, tetapi juga tempat ibadah, komunitas masyarakat, hingga keramaian umum seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ). Langkah ini diambil agar warga yang memiliki keterbatasan waktu atau akses transportasi tetap bisa menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Dengan adanya strategi ini, masyarakat tidak lagi harus selalu datang ke puskesmas untuk mendapatkan layanan skrining. Petugas kesehatan akan hadir langsung ke lokasi-lokasi strategis, membawa peralatan medis dan tenaga ahli yang dibutuhkan. Suasana di lapangan terlihat cukup antusias; warga berbondong-bondong memanfaatkan layanan yang disediakan di tenda-tenda pemeriksaan sementara yang didirikan di halaman sekolah atau pelataran masjid.
"Meskipun jumlah peserta terus meningkat," ungkap Arief, menekankan bahwa pihaknya tetap berkomitmen menjaga mutu pelayanan di setiap titik layanan.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dua Petinju Indonesia Joshua Lahin dan Viktor Wengkang Pastikan Tiket Semifinal Asian Boxing U19 dan U23
Tiga UMKM Unggulan Bersaing di Babak Kompetisi Batch 11 Juragan Jaman Now Season 5
Bumbu Instan Khas Sulawesi Selatan Tembus 40 Negara, Raih 80 Ribu Pengikut Organik
Fadli Zon Tekankan Edukasi Pengunjung demi Lindungi Lukisan Cadas Tertua di Dunia dari Sentuhan Tangan