Bumbu Instan Khas Sulawesi Selatan Tembus 40 Negara, Raih 80 Ribu Pengikut Organik

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:25 WIB
Bumbu Instan Khas Sulawesi Selatan Tembus 40 Negara, Raih 80 Ribu Pengikut Organik
PARADAPOS.COM - Kerinduan terhadap cita rasa kampung halaman mendorong Nurul Fatimah Hadiyanti, wirausahawati asal Makassar, menembus pasar internasional. Melalui merek Sulawesifood (Sufood), ia menghadirkan bumbu instan autentik khas Sulawesi Selatan yang tahan lama tanpa pengawet. Produk ini sukses memikat para panelis dalam kompetisi wirausaha Juragan Jaman Now Season 5 di Metro TV, sekaligus membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia mampu bersaing di panggung global. Saat ini, Sufood telah menjangkau 40 negara dan meraih lebih dari 80.000 pengikut media sosial secara organik.

Rahasia Daya Tahan Tanpa Pengawet

Salah satu keunggulan utama Sufood terletak pada daya simpannya yang luar biasa. Meskipun tidak menggunakan bahan pengawet, bumbu instan ini mampu bertahan hingga satu tahun pada suhu ruang. Nurul menjelaskan bahwa kunci dari inovasi ini ada pada proses pengemasan. Ia menerapkan teknik sterilisasi suhu tinggi, atau yang lebih dikenal dengan metode presto. Proses ini memastikan bumbu tetap steril dan aman dikonsumsi dalam waktu lama, tanpa mengurangi cita rasa aslinya.

Varian Rasa dan Sambutan Hangat Panelis

Saat ini, Sufood telah memiliki tujuh varian bumbu khas Sulawesi Selatan. Mulai dari Coto Makassar, Sop Konro, hingga Palubasa dan Nasu Palekko, semuanya dikemas untuk memudahkan siapa saja memasak masakan Sulawesi di mana pun dan kapan pun. “Bumbu kami hadir untuk memudahkan siapa saja memasak masakan Sulawesi di mana pun dan kapan pun,” ujar Nurul di hadapan para panelis. Para juri pun memberikan tanggapan positif. Reino Barack, salah satu panelis, memberikan pujian khusus terhadap kualitas rasa produk ini. “Saya bukan orang Makassar aja bilang enak, bagaimana orang Makassar,” puji Reino. Senada dengan Reino, Rex Marindo mengakui keautentikan rasa yang dihadirkan. Ia bahkan berkelakar bahwa "masalah" terbesar dari produk ini adalah membuat orang ingin terus menambah porsinya. Puncaknya, Irwan Mussry memberikan pujian tertinggi setelah mencicipi hasil masakan dari bumbu tersebut. "Ini sih 4E 1S: Enak, Enak, Enak, Enak, Sekali!" seru Irwan.

Pertumbuhan Organik dan Jangkauan Global

Kekuatan produk Sufood tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada pertumbuhan pasarnya yang organik. Menurut mentor Peter Shearer, Sufood berhasil meraih lebih dari 80.000 pengikut di media sosial tanpa teknik pemasaran yang agresif. Saat ini, penjualan Sufood didominasi oleh kanal online (B2C) sebesar 90%. Jangkauan pasarnya telah menembus 40 negara, terutama melalui para diaspora Indonesia dan pecinta kuliner di luar negeri.

Rencana Ekspansi dan Ambisi ke Depan

Dalam presentasinya, Nurul menawarkan dua opsi investasi untuk mengembangkan usahanya. Ambisi besarnya adalah melengkapi seri bumbu dari seluruh wilayah Sulawesi, mulai dari Utara, Tengah, Barat, hingga Tenggara. Selain itu, ia berencana menggunakan pendanaan untuk meningkatkan alat produksi guna meminimalkan tingkat kesalahan (error rate) dalam proses sterilisasi. Kisah Sulawesifood menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan menjaga keautentikan rasa dan berani berinovasi dalam teknologi produksi, kuliner tradisional Indonesia sangat mampu bersaing di panggung global.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar