PARADAPOS.COM - Sebanyak 1.500 peserta dari berbagai kalangan sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam gelaran senam kreasi Penthul Tembem terbanyak di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu, 11 Juli 2026. Pemecahan rekor ini menjadi bagian dari rangkaian acara Geopark Night Specta ke-8 tahun 2026, sebuah ajang yang mengombinasikan olahraga, seni, dan pariwisata.
Kebanggaan di Balik Rekor
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal masih sangat kuat.
"Kami merasa bersyukur, bangga, dan gembira, bahwa kreasi senam ini tidak semata-mata hanya untuk olahraga, tetapi juga kami dalam rangka melestarikan adat budaya kami, utamanya adalah tarian Penthul dan Tembem, yang setiap tahun digunakan untuk ritual event budaya, baik itu untuk acara rasulan maupun pesta-pesta desa yang lain," ujar Endah dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV.
Suasana di lokasi acara terlihat meriah. Ribuan peserta yang mengenakan pakaian tradisional bergerak serempak mengikuti irama musik. Gerakan-gerakan dalam senam ini diadaptasi langsung dari tarian Penthul dan Tembem, yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat setempat.
Harapan untuk Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Pemecahan rekor MURI ini, lanjut Endah, diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi warga dan pemerintah daerah untuk terus melestarikan tarian Penthul dan Tembem. Lebih dari itu, momen ini juga dinilai strategis untuk mengangkat potensi pariwisata Gunungkidul.
"Akan menjadi semangat bagi kami untuk melestarikan tradisi dan juga mengolahragakan masyarakat supaya Gunungkidul ini semakin kaya akan adat budaya dan pariwisata, juga pertaniannya, sehingga akan bisa didengar dan dilihat oleh dunia," tuturnya.
Tak hanya soal budaya, Endah juga menyoroti dampak ekonomi dari gelaran seperti Geopark Night Specta. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya.
"Harapannya bisa menggerakkan UMKM, sehingga pertumbuhan ekonomi kita terjaga dan UMKM kita sesuai dengan visi-misi dan program prioritas bupati untuk UMKM berdaya, bisa menjaga, dan juga meningkatkan pendapatan keluarga," ungkapnya.
Di sela-sela acara, terlihat puluhan stan UMKM berjejer rapi, menjajakan aneka produk lokal mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas Gunungkidul. Para pelaku usaha tampak antusias melayani pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Pelestarian Budaya Lewat Gerakan Massal
Senam kreasi Penthul Tembem bukan sekadar olahraga massal. Di balik gerakannya, terkandung nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Tarian Penthul dan Tembem sendiri merupakan bagian dari ritual adat yang kerap ditampilkan dalam acara rasulan atau pesta desa.
Dengan melibatkan ribuan peserta, pemerintah daerah berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan budaya sendiri. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga agar tradisi tidak tergerus zaman.
Keberhasilan memecahkan rekor MURI ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak mampu menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Semangat kebersamaan yang terlihat di lapangan menjadi modal berharga untuk pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Gunungkidul ke depannya.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Mulai Pemusatan Latihan di Bali, Herdman Fokus Kebugaran dan Seleksi 23 Pemain
BPS Peringatkan Masyarakat soal Modus Penipuan Mengatasnamakan Sensus Ekonomi 2026
BMKG: 92,6 Persen Wilayah Indonesia Alami Curah Hujan Rendah pada Dasarian II Juli 2026
Polisi Amankan Dua Pemuda dan Sita Celurit hingga Airsoft Gun Usai Tawuran di Cimanggis