PARADAPOS.COM - Buah kurma telah lama menjadi ikon bulan Ramadan, hampir selalu hadir di meja makan saat waktu berbuka dan sahur tiba. Popularitasnya bukan tanpa alasan. Selain mengikuti anjuran agama, buah asal Timur Tengah ini menawarkan kombinasi rasa manis alami yang lezat dengan segudang nutrisi penting. Artikel ini akan mengulas lima manfaat utama kurma yang membuatnya menjadi pilihan ideal untuk mendukung kebugaran tubuh selama menjalani ibadah puasa.
Kenapa Kurma Cocok untuk Berpuasa?
Di balik rasa legitnya, kurma menyimpan profil nutrisi yang mengesankan. Buah yang tumbuh subur di daerah gersang ini kaya akan serat, gula alami seperti glukosa dan fruktosa, serta berbagai vitamin dan mineral. Kombinasi unik inilah yang memberikan manfaat spesifik, terutama dalam konteks pola makan selama Ramadan yang berubah drastis. Bukan sekadar tradisi, konsumsi kurma ternyata memiliki dasar manfaat yang kuat bagi kesehatan.
1. Mengenyangkan Lebih Lama Berkat Kandungan Serat
Salah satu tantangan saat berpuasa adalah menahan lapar hingga belasan jam. Di sinilah peran serat larut dalam kurma menjadi penting. Serat jenis ini mampu menyerap air dan membentuk gel dalam saluran pencernaan, sehingga proses pengosongan lambung melambat. Efeknya, rasa kenyang bisa bertahan lebih lama. Mengonsumsi beberapa butir kurma saat sahur dapat menjadi strategi sederhana untuk mengurangi rasa lapar dan mencegah lemas di siang hari.
2. Menjaga Kelancaran Sistem Pencernaan
Perubahan jam makan selama Ramadan kerap memicu masalah pencernaan, seperti sembelit. Asupan serat yang cukup adalah kunci untuk mengatasinya. Kurma, dengan kandungan seratnya yang tinggi, berperan sebagai pelancar alami yang membantu pergerakan usus. Dengan mengonsumsinya secara rutin dalam porsi wajar, kebutuhan serat harian tubuh dapat lebih mudah terpenuhi, sehingga kesehatan saluran cerna tetap terjaga sepanjang bulan puasa.
3. Sumber Energi yang Cepat dan Tahan Lama
Setelah seharian menahan haus dan lapar, tubuh membutuhkan asupan energi yang bisa segera digunakan namun juga bertahan. Kurma menjawab kedua kebutuhan ini. Gula alaminya memberikan suntikan energi instan saat berbuka, sementara serat dan mineral seperti kalium serta magnesium membantu metabolisme energi berjalan stabil. Inilah mengapa banyak ahli gizi merekomendasikan kurma sebagai makanan pembuka pertama.
“Kombinasi nutrisi ini berperan dalam menjaga energi tetap stabil setelah seharian berpuasa,” jelasnya.
4. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Menjaga daya tahan tubuh di bulan puasa adalah prioritas. Kurma mengandung senyawa bioaktif seperti beta-glukan, fenolik, dan karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa-senyawa ini membantu menangkal radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif dalam tubuh. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kurma memiliki potensi sifat antimikroba, yang menjadi nilai tambah bagi kesehatan secara keseluruhan.
5. Membantu Pemulihan Gula Darah Secara Bertahap
Lonjakan gula darah yang drastis setelah berbuka puasa dapat memberatkan kerja tubuh. Meski manis, indeks glikemik kurma tergolong sedang, sehingga gula darah tidak langsung melonjak tinggi. Konsumsi kurma saat berbuka justru dapat membantu mengembalikan kadar gula darah secara lebih terkendali. Namun, para ahli tetap menekankan pentingnya moderasi.
“Cukup konsumsi 1–3 butir kurma untuk mendapatkan manfaatnya tanpa risiko asupan gula berlebih,” tuturnya.
Dari uraian di atas, terlihat jelas bahwa keistimewaan kurma selama Ramadan melampaui sekadar warisan budaya atau sunnah semata. Buah kecil berwarna cokelat gelap ini menawarkan paket nutrisi yang komprehensif, mulai dari menyediakan energi, mengatur pencernaan, hingga mendukung imunitas. Dengan mengonsumsinya secara bijak, kurma dapat menjadi salah satu pilar penting untuk menjaga tubuh tetap bugar dan prima selama menjalani ibadah puasa.
Artikel Terkait
Lembaga Penelitian Petakan 14 Nama Calon Ketum PBNU 2026, Tangkap Aspirasi Transisi dari Basis
Manchester United Tumbangkan Everton 1-0, Sesko Jadi Pahlawan Kemenangan
TNGR Buka Kembali Jalur Pendakian Gunung Rinjani Mulai 28 Maret 2026
Timnas Skateboard Indonesia Mulai Persiapan Intensif di Bali untuk Asian Games 2026