Tasya Kamila Buka Data Kontribusi sebagai Alumni LPDP

- Selasa, 24 Februari 2026 | 12:25 WIB
Tasya Kamila Buka Data Kontribusi sebagai Alumni LPDP

PARADAPOS.COM – Kontribusi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menjadi sorotan publik. Sorotan ini muncul di tengah perdebatan mengenai latar belakang ekonomi sejumlah awardee, termasuk figur publik yang dianggap telah mapan. Menanggapi hal ini, salah satu alumni, Tasya Kamila, memberikan klarifikasi terbuka mengenai bentuk pengabdian yang telah ia jalani pascastudi.

Klarifikasi Terbuka di Media Sosial

Tekanan publik mendorong mantan artis cilik itu untuk angkat bicara. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya bertajuk “Laporan Kontribusi sebagai Alumni Awardee LPDP”, Tasya secara langsung menjawab berbagai pertanyaan yang bermunculan. Ia mengakui hak masyarakat untuk meminta pertanggungjawaban atas penggunaan dana yang bersumber dari APBN.

“Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat, yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau 'investasi' kita menghasilkan output yang baik buat bangsa,” tulisnya dalam keterangan yang diunggah pada Selasa, 24 Februari 2026.

Jejak Akademik dan Komitmen Lingkungan

Dalam klarifikasinya, Tasya merinci perjalanan pendidikannya. Ia menyelesaikan studi magister di Columbia University, Amerika Serikat, pada program Public Administration in Energy and Environmental Policy sekitar delapan tahun silam. Capaian akademisnya cukup gemilang dengan IPK 3,75, yang diraih tepat waktu meski harus berjuang menghadapi ujian akhir di saat yang bersamaan dengan kepergian ayahnya.

Ketertarikannya pada isu lingkungan, menurutnya, bukanlah hal baru. Sejak tahun 2005, ia telah menyandang peran sebagai Duta Lingkungan Hidup. Selama masa studi, komitmen ini diwujudkan dengan mengikuti berbagai forum organisasi internasional dan menjalani magang di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia juga terlibat dalam proyek pengembangan Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Bentuk Pengabdian Pasca Studi

Usai menyelesaikan pendidikan, Tasya menjalani masa bakti wajib LPDP dari tahun 2018 hingga 2023. Pada periode ini, ia mengaku aktif berkontribusi melalui kolaborasi dengan beberapa kementerian. Ia juga melanjutkan perannya sebagai duta lingkungan dan menginisiasi gerakan masyarakat melalui Yayasan Green Movement Indonesia.

Meski kini lebih banyak terlihat fokus mengasuh dua anaknya sebagai ibu rumah tangga, Tasya menegaskan bahwa kontribusinya kepada negara telah diberikan sesuai dengan perjanjian dan bidang keahlian yang ia dalami selama studi. Pernyataannya ini menjadi bagian dari dialog publik yang lebih luas mengenai akuntabilitas dan ekspektasi terhadap lulusan beasiswa negara.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar