Kecelakaan Lalu Lintas di Pohuwato Meningkat, Polisi Gencar Imbau Keselamatan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 08:00 WIB
Kecelakaan Lalu Lintas di Pohuwato Meningkat, Polisi Gencar Imbau Keselamatan

PARADAPOS.COM - Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menghadapi tren peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dalam dua tahun terakhir. Data dari kepolisian setempat menunjukkan kenaikan dari 39 kasus pada 2024 menjadi 46 kasus di tahun 2025. Memasuki awal 2026, situasi belum menunjukkan perbaikan, dengan belasan kasus yang sudah menelan korban jiwa. Pihak berwenang pun menggencarkan imbauan keselamatan kepada seluruh pengguna jalan.

Data Statistik yang Mengkhawatirkan

Catatan dari Satuan Lalu Lintas Polres Pohuwato mengonfirmasi tren yang memprihatinkan ini. Lonjakan kasus dari 2024 ke 2025 menjadi indikator nyata bahwa upaya pencegahan perlu ditingkatkan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah perkembangan di awal tahun 2026. Hanya dalam kurun waktu Januari, telah terjadi sekitar 12 insiden kecelakaan. Dari serangkaian insiden tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sebuah angka yang terasa berat untuk sebuah awal tahun.

Penyebab Utama dan Upaya Pencegahan

Menanggapi data ini, aparat kepolisian tidak tinggal diam. Kasat Lantas Polres Pohuwato, IPTU Jefriansyah Tangahu, menegaskan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama. Operasi dan sosialisasi rutin terus digalakkan untuk membangun kedisiplinan berkendara di masyarakat. Dari pantauan di lapangan, salah satu faktor penyebab kecelakaan yang paling sering dijumpai adalah kecepatan tinggi.

Jefriansyah menjelaskan, "Kebiasaan berkendara dengan kecepatan tinggi sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan yang dapat merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya."

Pernyataan tersebut disampaikannya pada Rabu, 25 Februari 2026, sekaligus menegaskan bahwa perilaku tersebut adalah ancaman nyata bagi keselamatan bersama di jalan raya Pohuwato.

Imbauan untuk Keselamatan Bersama

Selain menekankan bahaya kecepatan, Jefriansyah juga menggarisbawahi sejumlah hal mendasar yang sering diabaikan. Ia mengimbau para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk secara konsisten mematuhi seluruh rambu dan aturan lalu lintas yang berlaku. Penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm yang terpasang dengan benar dan sabuk pengaman bukanlah formalitas, melainkan kebutuhan utama.

Harapan terbesar dari pihak kepolisian adalah tumbuhnya kesadaran kolektif. Keselamatan di jalan bukan semata tanggung jawab aparat, tetapi terletak pada setiap individu yang memegang kemudi. Dengan kewaspadaan dan kedisiplinan yang lebih tinggi dari seluruh pihak, target untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Pohuwato diharapkan dapat terwujud, menciptakan ruang jalan yang lebih aman untuk semua.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar