PARADAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memberikan kesempatan tambahan bagi calon siswa berbakat untuk mendaftar ke SMA Unggul Garuda Baru. Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang semula akan ditutup, kini diperpanjang hingga 7 Maret 2026. Kebijakan ini memberi waktu lebih bagi pelajar dari seluruh Indonesia, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, untuk menyiapkan berkas dan mengikuti proses seleksi ketat sekolah berasrama ini.
Misi Strategis di Balik Pendirian Sekolah
Keberadaan SMA Unggul Garuda Baru bukan sekadar menambah jumlah sekolah menengah atas. Institusi ini didirikan dengan visi strategis jangka panjang: mencetak kader unggul penguasa sains dan teknologi (STEM) yang mampu bersaing di kancah global. Kurikulumnya dirancang khusus tidak hanya untuk mengasah kecerdasan akademik, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan dan kesadaran sosial. Kehadirannya di beberapa daerah terpilih merupakan upaya konkret pemerintah untuk mendemokratisasi akses pendidikan berkualitas tinggi, menjangkau potensi-potensi terbaik dari berbagai penjuru tanah air.
Seleksi Komprehensif dan Berkeadilan
Proses penerimaan siswa baru di sekolah ini dikenal sangat ketat dan multi-aspek. Penilaian tidak bergantung semata pada angka di rapor. Panitia seleksi juga mempertimbangkan prestasi non-akademik, latar belakang sosial-budaya, serta komitmen calon siswa. Pendekatan holistik ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan merata.
Seperti dijelaskan dalam informasi resmi, "penilaian tidak hanya dilihat dari nilai akademik saja, tetapi juga mempertimbangkan prestasi di luar akademik serta latar belakang sosial budaya calon siswa."
Proses ini, lanjutnya, juga mengedepankan prinsip keadilan sehingga setiap anak bangsa yang memenuhi syarat memiliki peluang yang sama.
Lokasi dan Komitmen Peserta Didik
Saat ini, pendaftaran dibuka untuk empat lokasi sekolah yang tersebar dari timur hingga barat Indonesia: Belitung Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bulungan (Kalimantan Utara), dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara). Siswa yang lolos seleksi diwajibkan tinggal di asrama selama masa pendidikan. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan ikatan kebersamaan di antara mereka. Selain pembelajaran intensif di kelas, peserta didik akan terlibat dalam program pengabdian masyarakat dan pelatihan kepemimpinan, yang menjadi ciri khas pembentukan karakter di sekolah ini.
Syarat dan Dokumen Pendaftaran
Calon peserta didik harus memenuhi sejumlah persyaratan khusus. Selain merupakan Warga Negara Indonesia dan sedang duduk di kelas 9 SMP/MTs, mereka harus memiliki nilai minimal 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika pada semester 1 hingga 5. Prestasi akademik di bidang STEM yang telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) juga menjadi prasyarat.
Prioritas diberikan kepada peserta didik berprestasi dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Mereka harus bersedia ditempatkan di salah satu lokasi sekolah dan tinggal di asrama, serta menyiapkan dokumen pendukung seperti bukti kepesertaan program bantuan sosial pemerintah (PIP, PKH, KKS, DTKS, atau PPKE).
Peran Sekolah Asal dalam Pendaftaran
Proses pendaftaran juga melibatkan peran aktif sekolah asal calon peserta. Sekolah diminta untuk memutakhirkan data dalam Dapodik dan e-rapor, serta memfasilitasi pengajuan kurasi prestasi akademik siswa di bidang STEM kepada Puspresnas. Dukungan ini krusial untuk memastikan keabsahan dan kelengkapan data yang diunggah oleh calon siswa.
Tahapan dan Linimasa Seleksi
Setelah pendaftaran dan unggah dokumen administratif ditutup pada 7 Maret 2026, calon siswa akan menjalani serangkaian tes. Tahapannya meliputi Tes Potensi Akademik dan Tes Akademik mata pelajaran inti pada pekan ke-2 atau ke-3 Maret, diikuti wawancara di pekan ke-4 Maret. Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada pekan pertama April sebelum akhirnya pengumuman hasil seleksi dikeluarkan di pekan pertama Mei 2026.
Perpanjangan batas waktu ini menjadi angin segar bagi banyak pelajar dan orang tua. Bagi yang berminat, disarankan untuk segera mempelajari panduan pendaftaran, berkoordinasi dengan guru di sekolah asal, dan menyiapkan semua dokumen dengan cermat. Peluang untuk belajar di lingkungan yang mendorong keunggulan dan inovasi ini terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia yang siap berkomitmen.
Artikel Terkait
Polisi Amankan 13 Remaja dan Sita Celurit dalam Penggerebekan Balap Liar di Ciputat
Pemerintah Optimistis Ekspor Kakao Olahan Melesat Didukung EUDR dan Tarif Nol AS
Petugas Damkar Bantu Proses Pemakaman Jenazah dengan Bobot 130 Kg di Jakarta Utara
Polda Bali Terbitkan Red Notice Interpol untuk 6 WNA Tersangka Penculikan Warga Ukraina