KISI Tangani 7-8 Calon IPO, Satu di Antaranya Beraset Rp2-3 Triliun

- Jumat, 27 Februari 2026 | 18:25 WIB
KISI Tangani 7-8 Calon IPO, Satu di Antaranya Beraset Rp2-3 Triliun

PARADAPOS.COM - PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) mengungkapkan bahwa mereka saat ini menangani tujuh hingga delapan perusahaan yang bersiap untuk penawaran saham perdana atau IPO. Perusahaan-perusahaan dalam antrean ini berasal dari berbagai sektor strategis, dengan salah satunya memiliki nilai aset yang sangat signifikan, mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun. Pengungkapan ini disampaikan langsung oleh direktur utama KISI dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat (20/2), di tengah catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang belum mencatatkan IPO baru sepanjang tahun 2026 hingga saat ini.

Rincian Perusahaan dalam Antrean IPO

President Director KISI, Kyoung Hun Nam, memberikan gambaran lebih detail mengenai portofolio calon emiten yang sedang dipersiapkan oleh perusahaan sekuritas tersebut. Menurutnya, antrean IPO tersebut mencakup perusahaan-perusahaan dari sektor-sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian.

"Sektornya adalah perbankan, kemudian tentu saja pariwisata, pertambangan, dan infrastruktur," jelas Kyoung Hun Nam.

Aset Skala Besar dan Klasifikasi OJK

Dari sejumlah perusahaan yang bersiap go public tersebut, terdapat satu entitas dengan nilai aset yang sangat mencolok. Besaran asetnya tidak hanya menunjukkan skala bisnis yang besar, tetapi juga menempatkannya dalam kategori tertentu berdasarkan regulasi pasar modal.

"Nilai tertinggi saat ini, sekitar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun," ungkapnya.

Dengan nilai aset sebesar itu, perusahaan tersebut secara otomatis masuk dalam kategori emiten beraset skala besar. Klasifikasi ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, yang menjadi acuan resmi dalam pengelompokkan perusahaan di pasar modal Indonesia.

Kondisi Pipeline IPO di BEI

Data terbaru dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) per 20 Februari 2026 tampaknya sejalan dengan gambaran yang diberikan KISI. BEI mencatat ada delapan perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline atau antrean untuk melakukan IPO. Rinciannya menunjukkan komposisi yang beragam, baik dari sisi skala aset maupun sektor usahanya.

Dari delapan perusahaan tersebut, lima di antaranya tergolong beraset skala besar (di atas Rp250 miliar), sementara tiga lainnya masuk kategori skala menengah (aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar). Dari sisi sektor, perusahaan-perusahaan dalam antrean itu tersebar di sektor barang baku, keuangan, transportasi dan logistik, barang konsumen primer, energi, serta industri.

Tahun 2026: Masih Menunggu IPO Pertama

Hingga laporan ini dibuat, pasar modal Indonesia belum menyaksikan kehadiran emiten baru sepanjang tahun 2026. Catatan BEI menunjukkan total perusahaan tercatat masih bertahan di angka 956 perusahaan. Situasi ini membuat antrean IPO yang ada menjadi sorotan, karena akan menjadi penanda kebangkitan aktivitas pasar perdana setelah periode yang sepi. Keberhasilan proses IPO dari perusahaan-perusahaan dalam pipeline, termasuk yang ditangani KISI, akan sangat dinantikan oleh para investor dan pemangku kepentingan pasar modal.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar