PARADAPOS.COM - Paramount Land, pengembang kawasan Gading Serpong, menargetkan marketing sales sebesar Rp5,5 triliun pada 2026. Target ambisius ini dicanangkan setelah perusahaan merevisi target penjualan tahun lalu. Untuk mencapainya, perusahaan mengandalkan operasional akses tol baru dan peluncuran produk hunian premium, di tengah upaya memperkuat pendapatan berulang dari portofolio yang ada.
Dukungan Infrastruktur dan Produk Baru
Optimisme menuju target 2026 didorong oleh satu katalis penting: beroperasinya akses tol langsung ke kawasan Paramount Petals di KM 25 Jalan Tol Jakarta-Tangerang. Akses strategis ini, yang ditargetkan berfungsi mulai Juli mendatang, diharapkan meningkatkan nilai dan daya tarik kawasan secara signifikan.
Menyusul pengoperasian tol, Paramount Land berencana meluncurkan serangkaian produk hunian baru di Paramount Petals. Rencana ini termasuk menghadirkan unit-unit premium dengan harga jual mulai dari Rp3 miliar per unit, yang diproyeksikan menjadi penyumbang utama penjualan.
Presiden Direktur Paramount Land, M Nawawi, menegaskan hal tersebut. "Langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama marketing sales pada 2026 senilai Rp5,5 triliun," ujarnya pada Jumat (27/2/2026).
Strategi Jangka Panjang: Perkuat Recurring Income
Di luar penjualan properti, Paramount Land secara konsisten membangun pondasi bisnis yang lebih stabil dengan memperbesar porsi recurring income. Saat ini, kontribusi pendapatan berulang dari aset komersial dan layanan telah mencapai sekitar 19% dari total pendapatan perusahaan.
Strategi jangka panjangnya adalah menumbuhkan aliran pendapatan ini sekitar 3% setiap tahun. Untuk mendukung ekspansi dan peningkatan nilai kawasan, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp1 triliun pada tahun ini, yang akan difokuskan pada pengembangan proyek dan fasilitas kota.
Refleksi atas Tantangan 2025
Langkah ke depan ini diambil setelah melalui tahun 2025 yang penuh dinamika. Meski berhasil merealisasikan 95% dari target revisi marketing sales sebesar Rp4,5 triliun, tahun tersebut diakui penuh tantangan. Bahkan, pada semester pertama, perusahaan terpaksa menunda peluncuran sejumlah produk yang secara desain dan perencanaan sebenarnya telah siap.
M Nawawi mengakui kondisi pasar yang bergejolak saat itu. "Tahun 2025 penuh tantangan. Semester I banyak produk yang kami batalkan peluncurannya karena belum menemukan momentum yang tepat. Bisa jadi ada ketidaksesuaian antara produk dengan selera pasar," jelasnya.
Di tengah tantangan tersebut, perusahaan tetap mencatatkan serah terima sebanyak 1.250 unit serta berhasil menjual 800 unit produk hunian dan komersial sepanjang tahun lalu. Pencapaian ini menjadi basis untuk melompat menuju target yang lebih besar di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak BRIN Percepat Bantuan Air Bersih untuk Korban Longsor Tegal
Arne Slot Ingatkan Liverpool Waspadai West Ham Meski Berada di Zona Degradasi
IDAI Peringatkan Lonjakan Kasus Campak pada Anak, Imunisasi Rendah Picu KLB
Kementan Soroti Kontribusi Rp280 Triliun Tembakau di Tengah Ancaman Regulasi