Pekerja Tewas Tertindas Alat Berat di Depo Cilincing, KBN Janji Evaluasi K3

- Senin, 02 Maret 2026 | 07:00 WIB
Pekerja Tewas Tertindas Alat Berat di Depo Cilincing, KBN Janji Evaluasi K3

PARADAPOS.COM - Seorang pekerja berinisial GH (44) tewas setelah terlindas alat berat pengangkut kontainer di Depo Smart, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (26/2) sore. PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), sebagai pengelola kawasan, kini menyoroti langkah penanganan darurat dan komitmen evaluasi keselamatan kerja pasca-insiden memilukan tersebut.

Penanganan Darurat dan Koordinasi di Lokasi

Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.21 WIB itu langsung mendapat respons cepat dari manajemen KBN. Mereka segera mengerahkan tim operasional ke lapangan untuk mendukung proses penanganan. Langkah pertama adalah berkoordinasi erat dengan kepolisian dan tim Inafis yang tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dukungan medis juga dikerahkan tanpa menunggu lama. Ambulans segera membawa korban untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Sementara itu, personel keamanan kawasan berjaga untuk mengamankan area, menjaga ketertiban, dan meminimalisir potensi risiko lanjutan di sekitar lokasi kejadian.

Komitmen Transparansi dan Dukungan Penyidikan

Dalam upaya menjaga transparansi, PT KBN aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya jelas: memastikan informasi yang beredar di publik akurat dan tidak mengganggu proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Perusahaan juga menjalin komunikasi intensif dengan manajemen tenant di lokasi kejadian untuk mengumpulkan data secara lengkap.

Melalui siaran pers yang dikeluarkan Senin (2/3/2026), manajemen PT KBN menegaskan komitmennya.

“Dukungan penanganan medis di mana ambulans dikerahkan, dan korban dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lanjutan,” jelasnya.

Mereka juga menekankan pentingnya ruang bagi aparat untuk bekerja secara objektif. “Sekaligus memberikan ruang bagi aparat untuk menjalankan penyelidikan secara objektif dan menyeluruh,” ungkap pernyataan tersebut.

Evaluasi dan Penguatan Sistem Keselamatan Kerja

Insiden ini memicu evaluasi mendalam terhadap sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kawasan tersebut. PT KBN menyatakan akan memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Komitmen ini diwujudkan dalam beberapa rencana konkret.

Pertama, dengan memperketat penerapan standar keselamatan yang telah tertuang dalam perjanjian kerja sama dengan seluruh tenant. Kedua, melalui peningkatan kesiagaan dan respons kedaruratan, termasuk memperlancar koordinasi dengan instansi terkait. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari tata kelola perusahaan yang baik dan tanggung jawab terhadap keamanan seluruh pihak di kawasan.

Belasungkawa dan Penghormatan pada Proses Hukum

Di akhir pernyataannya, PT KBN menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang merenggut nyawa tersebut. Perusahaan juga menyatakan penghormatan penuh terhadap proses penyelidikan hukum yang masih berjalan.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas insiden ini. PT KBN menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap langkah penanganan dan evaluasi dilakukan secara objektif, komprehensif, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” tutup pernyataan resmi mereka.

Dengan demikian, fokus kini beralih pada proses penyidikan yang teliti serta implementasi langkah-langkah pencegahan yang lebih robust, untuk memastikan lingkungan kerja yang lebih aman bagi semua.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar