AS Siapkan Serangan ke Iran, Keputusan Akhir Tunggu Persetujuan Trump

- Kamis, 19 Februari 2026 | 10:25 WIB
AS Siapkan Serangan ke Iran, Keputusan Akhir Tunggu Persetujuan Trump

PARADAPOS.COM - Militer Amerika Serikat telah disiapkan untuk melancarkan serangan terhadap Iran, dengan waktu tercepat yang dimungkinkan adalah akhir pekan ini, menurut laporan dari beberapa sumber dalam pemerintahan. Namun, keputusan akhir masih berada di tangan Presiden Donald Trump, yang hingga kini masih mempertimbangkan berbagai opsi dan masukan dari penasihatnya. Situasi ini muncul setelah putaran perundingan nuklir terbaru di Jenewa, yang meski menghasilkan beberapa titik temu, belum mencapai kesepakatan final yang dapat meredakan ketegangan.

Rapat Penting di Gedung Putih

Ketegangan yang meningkat ini mendorong digelarnya rapat para pejabat tinggi keamanan nasional AS pada Rabu (18/2/2026) di Situation Room, Gedung Putih. Dalam pertemuan itu, Gedung Putih menerima pengarahan operasional bahwa angkatan bersenjata telah berada dalam posisi siaga untuk bertindak. Meski demikian, nuansa rapat digambarkan lebih sebagai persiapan untuk berbagai skenario, ketimbang sebagai pendahuluan langsung menuju perang.

Keputusan Akhir di Tangan Presiden Trump

Laporan kesiapan militer ini, yang pertama kali diungkap oleh CBS News, belum diikuti dengan lampu hijau dari komandan tertinggi. Presiden Trump diketahui masih melakukan pertimbangan yang sangat hati-hati. Dia tidak hanya meminta analisis mendalam dari para penasihat keamanan nasionalnya, tetapi juga menjajaki pendapat dari sekutu-sekutu AS di kawasan Timur Tengah.

“Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini,” tutur seorang sumber yang mengetahui dinamika internal Gedung Putih.

Trump juga telah mendapatkan laporan langsung dari utusan khususnya untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan penasihat senior Jared Kushner, mengenai hasil pertemuan tidak langsung dengan negosiator Iran di Jenewa beberapa hari sebelumnya.

Jalan Diplomasi yang Masih Berliku

Pertemuan di Jenewa, yang ditengahi oleh Oman dan berlangsung selama tiga setengah jam, berakhir tanpa terobosan dramatis. Meski demikian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa kedua pihak berhasil menyepakati serangkaian prinsip dasar. Pernyataan ini memberikan secercah harapan, namun di sisi lain, seorang pejabat AS dengan cepat mengingatkan bahwa masih banyak detail krusial yang belum terselesaikan.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menekankan bahwa pihaknya masih menunggu sikap yang lebih jelas dan tegas dari Iran terkait proposal nuklir yang telah dibahas dalam dua putaran perundingan. AS memberikan waktu beberapa pekan ke depan untuk kejelasan tersebut, meski Leavitt secara sengaja tidak menjelaskan apakah tenggat waktu itu juga berarti penundaan potensi aksi militer.

Dengan demikian, situasi tetap berada dalam keadaan genting. Pilihan antara jalur diplomatik dan konfrontasi militer sepenuhnya bergantung pada perkembangan dalam hari-hari kritis mendatang, sementara dunia menunggu keputusan dari Washington dan respons dari Tehran.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar