AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah Imbas Eskalasi dengan Iran

- Selasa, 03 Maret 2026 | 03:50 WIB
AS Imbau Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah Imbas Eskalasi dengan Iran

PARADAPOS.COM - Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengeluarkan imbauan agar warga negaranya segera meninggalkan kawasan Timur Tengah. Seruan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyusul eskalasi ketegangan dan risiko keamanan yang meningkat tajam akibat konflik dengan Iran. Imbauan darurat ini menargetkan warga AS di beberapa negara, termasuk Bahrain, Mesir, Iran, Israel, Kuwait, Lebanon, Qatar, dan Arab Saudi.

Prioritas Keamanan Warga Negara

Dalam pernyataannya, Marco Rubio menegaskan bahwa keselamatan warga Amerika di luar negeri merupakan prioritas utama Departemen Luar Negeri. Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi yang dinilai semakin berbahaya, terutama setelah serangkaian serangan yang dilancarkan Iran terhadap negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Rubio secara khusus menyoroti operasi militer yang sedang berlangsung dan ancaman dari Iran. "Di Departemen Negara, prioritas pertama kami adalah keamanan dan keselamatan para warga Amerika di seluruh dunia," ujarnya. Ia kemudian menjelaskan, "Dengan apa yang terjadi di Middle East dengan Operation Epic Fury dan serangan penjahat yang kami lihat dari Iran terhadap negara-negara Gulf, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berbicara secara langsung dengan para warga Amerika yang berada di Middle East tentang pekerjaan yang kami lakukan untuk menjaga keamanan Anda."

Langkah-Langkah Evakuasi dan Bantuan

Pemerintah AS tidak hanya memberikan peringatan. Mereka juga mendesak warganya untuk segera mendaftar dalam Smart Traveler Enrollment Program (STEP) guna mendapatkan pembaruan keamanan langsung. Warga juga diimbau untuk memantau saluran komunikasi resmi, termasuk WhatsApp dan media sosial Departemen Luar Negeri, untuk informasi terkini.

Bagi mereka yang membutuhkan bantuan untuk keluar dari kawasan tersebut, pemerintah menyediakan jalur bantuan khusus. Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, memberikan kontak darurat yang dapat dihubungi 24 jam.

Dalam unggahannya, Namdar menulis, "Warga Amerika yang membutuhkan bantuan Departemen Luar Negeri untuk mengatur keberangkatan melalui jalur komersial, Hubungi Kami 24 jam sehari, 7 hari seminggu di 1-202-501-4444 (dari luar negeri) dan 1-888-407-4747 (dari Amerika Serikat dan Kanada)."

Latar Belakang Ketegangan dan Upaya Iran

Eskalasi ini terjadi dalam konteks geopolitik yang kompleks. Laporan dari sejumlah media internasional mengindikasikan bahwa Iran telah aktif mencari dukungan militer dari sekutu-sekutunya, seperti Rusia dan China, terutama pasca "Perang 12 Hari" dengan Israel pada pertengahan 2025. Negosiasi untuk pengadaan sistem persenjataan canggih disebutkan terus berlanjut meski ada tekanan embargo senjata internasional.

Larangan perdagangan senjata terhadap Iran sendiri telah berlangsung bertahun-tahun sebagai bagian dari upaya global untuk membatasi program nuklirnya. Meski sempat ada pelonggaran melalui kesepakatan nuklir 2015, dinamika berubah drastis setelah AS menarik diri dari perjanjian tersebut pada 2018. Situasi ini meninggalkan ketidakpastian dan menjadi salah satu pemicu ketegangan yang berlarut-larut di kawasan, yang kini mencapai titik dimana keselamatan warga sipil menjadi perhatian utama.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar