Menteri Ekraf Gandeng APDESI Jadikan Desa Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

- Rabu, 04 Maret 2026 | 07:25 WIB
Menteri Ekraf Gandeng APDESI Jadikan Desa Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

PARADAPOS.COM - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menjajaki sinergi strategis dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih untuk menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi kreatif nasional. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (4/3/2026) itu bertujuan memperkenalkan pengurus baru APDESI sekaligus membahas integrasi program Kemenparekraf di tingkat akar rumput, dengan fokus pada peningkatan nilai tambah dan daya saing produk lokal.

Desa Sebagai Basis Pertumbuhan Ekonomi Baru

Dalam paparannya, Riefky menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif, yang kerap disebut sebagai mesin pertumbuhan baru, harus berawal dari daerah. Visi ini menempatkan desa bukan sekadar sebagai objek, melainkan sebagai subjek utama dalam proses hilirisasi. Kekayaan produk berbasis kearifan lokal yang tersebar di berbagai pelosok negeri dinilai memiliki potensi luar biasa, asalkan didukung dengan strategi yang tepat untuk meningkatkan mutu dan pemasarannya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Ekraf aktif membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, dan pemerintah daerah. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem pengembangan ekonomi kreatif yang terintegrasi dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Hilirisasi dan Kolaborasi Kunci Utama

Menurut Riefky, tantangan terbesar adalah membawa produk kreatif desa melampaui batas wilayahnya. Ia menekankan bahwa hilirisasi menjadi kata kunci. Proses ini mencakup penguatan menyeluruh, mulai dari kualitas bahan, inovasi desain, kemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif. Hanya dengan cara itu produk lokal dapat bersaing di pasar nasional, bahkan berpotensi menembus pasar global.

Menyadari kompleksnya tantangan di lapangan, Kementerian Ekraf menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan APDESI. Bentuk kolaborasi yang ditawarkan cukup konkret, meliputi pendampingan standardisasi produk, peningkatan mutu, fasilitasi sertifikasi hak kekayaan intelektual, serta mempermudah akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus ekraf.

"Ekonomi kreatif yang kami sebut dengan the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari daerah. Kami mengharapkan ekraf ini juga bisa terhilirisasi karena manfaatnya harus dimulai dari desa. Banyak sekali produk-produk di daerah yang perlu kita dukung sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing," jelas Riefky dalam keterangan tertulisnya.

Program Quick Win dan Penciptaan Lapangan Kerja

Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada konsep. Riefky mengungkapkan rencana aksi segera melalui program Quick Win. Inisiatif ini akan difokuskan pada pelatihan afiliator yang akan ditempatkan di Koperasi Desa Merah Putih yang berada di bawah naungan APDESI.

"Kami siap kolaborasi dengan APDESI dalam program Quick Win melalui pelatihan afiliator pada Koperasi Desa Merah Putih. Dengan estimasi 80.000 koperasi, maka akan tercipta 80.000 lapangan kerja baru. Kolaborasi ini kami lihat sangat strategis," ungkapnya.

Angka tersebut menunjukkan skala ambisi dari sinergi ini. Jika terealisasi, dampaknya tidak hanya pada penguatan produk, tetapi juga langsung menyentuh aspek penyerapan tenaga kerja di tingkat desa.

Peran Strategis APDESI

APDESI Merah Putih, sebagai organisasi profesi berbadan hukum yang mewadahi kepala desa dan perangkatnya se-Indonesia, memegang peran krusial. Organisasi ini berfungsi sebagai penyambung lidah aspirasi desa, peningkatan kapasitas aparatur, dan penguat kolaborasi pembangunan berbasis komunitas. Keterlibatannya diharapkan dapat memastikan program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan riil di setiap daerah.

Harapan akhir dari seluruh rangkaian inisiatif ini adalah terciptanya percepatan penguatan ekonomi kreatif desa. Dengan fondasi yang kuat dari bawah, sektor ini diyakini dapat tumbuh menjadi pilar ekonomi nasional yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mampu mensejahterakan masyarakat secara luas.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar