Tiga Kru Sisingaan Tewas Tersengat Kabel Listrik Saat Pawai di Cikarang

- Selasa, 02 Juni 2026 | 15:25 WIB
Tiga Kru Sisingaan Tewas Tersengat Kabel Listrik Saat Pawai di Cikarang

PARADAPOS.COM - Tiga orang kru kesenian tradisional Sisingaan asal Subang tewas tersengat aliran listrik saat mengikuti pawai di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 2 Juni 2026. Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Kampung Cibereum itu juga menyebabkan empat orang lainnya luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Insiden bermula ketika salah seorang kru mencoba mengangkat kabel listrik milik PLN yang menjuntai rendah di atas jalan.

Kronologi di Lapangan: Kabel Rendah Jadi Petaka

Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas) setempat, Pitung, 70, menuturkan bahwa rombongan kesenian tersebut sebenarnya sudah dalam perjalanan pulang dari sebuah hajatan warga. Saat itulah musibah terjadi.

"Sebenarnya ini sudah mau pulang ke rumah yang sedang mengadakan hajatan. Ada satu orang yang terkena kabel. Dia itu yang biasa mendorong kabel ke atas, kena setrum," kata Pitung di lokasi kejadian.

Menurut pengakuan Pitung, setelah kru pertama tersengat, arus listrik dengan cepat merambat ke tubuh rekan-rekannya yang lain. Suasana riuh pawai langsung berubah menjadi kacau. Teriakan dan jeritan histeris terdengar saat satu per satu tubuh ambruk ke aspal.

"Ada sekitar tujuh orang yang jatuh dan terkapar," ujar Pitung menggambarkan mencekamnya detik-detik tersebut.

Tanpa menunggu lama, warga dan petugas di lokasi segera melakukan evakuasi darurat. "Langsung kami hubungi ambulan desa untuk membawa mereka. Semuanya adalah pemain odong-odong dari grup kesenian. Warga setempat tidak ada yang menjadi korban," jelasnya.

Penjelasan Polisi: Konduksi Logam Memperparah Tragedi

Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme kecelakaan. Peristiwa berawal saat rombongan berhenti sejenak untuk beristirahat. Ketika hendak melanjutkan perjalanan, seorang personel yang bertugas di atas pengeras suara mencoba mengangkat kabel listrik yang menghalangi jalan dengan tangan kosong.

"Pada saat itu juga, pria tersebut tersengat aliran listrik. Kemudian arus listrik itu merambat ke enam orang pria lainnya yang bertugas menarik dan mendorong gerobak sound system yang terbuat dari bahan besi," kata Aliyani di Bekasi.

Aliyani menambahkan, material besi pada gerobak sound system menjadi konduktor yang sangat efektif bagi aliran listrik, sehingga memperluas jangkauan sengatan. Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Cibeureum, Cikarang Utara. Dari peristiwa ini, polisi mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Identitas Korban: Duka dari Subang

Kepolisian telah merilis identitas para korban dalam tragedi ini. Sebagian besar berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Galang, 18 tahun, warga Kampung Ciwera RT 05/02, Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. (Meninggal dunia)
  2. Rizal, 18 tahun, alamat sama dengan Galang. (Luka bakar di kaki)
  3. Juhan, 20 tahun, warga Kampung Pasircabe, Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. (Meninggal dunia)
  4. Rizki Maulana, 22 tahun, asal Kabupaten Subang. (Luka bakar di kaki dan kepala)
  5. Mr. X, belum diketahui identitasnya. (Meninggal dunia)

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya mengidentifikasi satu korban tewas yang belum diketahui namanya. Keluarga korban di Subang pun masih berdatangan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi sanak saudara mereka. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan risiko kelistrikan yang kerap mengintai di balik kemeriahan pawai tradisional.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar