Mendag Intensifkan Pemantauan Digital untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

- Rabu, 04 Maret 2026 | 15:00 WIB
Mendag Intensifkan Pemantauan Digital untuk Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

PARADAPOS.COM - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengintensifkan penggunaan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan. Upaya ini bertujuan memantau pergerakan harga secara real-time di berbagai daerah dan mengantisipasi potensi gejolak, memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau di momen penting keagamaan ini.

Pemantauan Real-Time untuk Antisipasi Dini

Dalam kunjungan kerjanya ke Pasar Terong, Makassar, pada Rabu, Menteri Budi Santoso menekankan bahwa data dalam sistem SP2KP diperbarui setiap hari. Mekanisme ini memberikan gambaran yang cepat dan akurat tentang dinamika harga di lapangan, menjadi fondasi bagi tindakan responsif pemerintah.

“SP2KP setiap hari diupdate jadi tahu perkembangan harga, sehingga kita nanti cepat antisipasi kalau ada daerah tertentu yang harganya naik, kita langsung koordinasi dengan pemasok dan satgas pangan,” tuturnya.

Dengan sistem tersebut, titik-titik rawan kenaikan harga dapat segera teridentifikasi. Begitu terdeteksi anomali, langkah intervensi dan koordinasi akan segera dijalankan untuk mencegah gejolak yang lebih luas.

Kolaborasi Kunci Stabilisasi Pasar

Di luar pemantauan digital, pendekatan kolaboratif menjadi pilar utama. Kementerian Perdagangan tidak bekerja sendiri; mereka menggalang sinergi erat dengan pemerintah daerah dan para distributor utama pangan. Koordinasi ini dirancang untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan stok, dua faktor penentu harga yang stabil.

“Kemarin kita sudah rakor dengan pemerintah daerah se-Indonesia dan juga para distributor (upaya pengendalian harga),” jelas Menteri Budi Santoso mengenai persiapan yang telah dilakukan.

Kondisi Pasar di Makassar Terpantau Stabil

Bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Menteri Budi Santoso meninjau langsung kondisi pasar tradisional. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan situasi yang cukup terkendali. Harga sejumlah komoditas pokok bahkan tercatat masih berada dalam batas wajar, memberikan sinyal positif.

“Tadi kita cek harga-harga bagus ya tadi telur Rp30 ribu kemudian ayam Rp38 ribu padahal HET-nya Rp41 ribu, itu kan bagus,” ujarnya, menyoroti bahwa harga ayam potong masih di bawah Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Pengamatan langsung seperti ini, yang dikombinasikan dengan data sistem digital, memberikan perspektif yang lebih utuh dan mendalam. Pendekatan ganda ini mencerminkan upaya yang lebih komprehensif, tidak hanya mengandalkan laporan statis tetapi juga merasakan langsung denyut pasar tradisional, sebagai bagian dari kewaspadaan dan kesiapan menyambut hari raya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar