PARADAPOS.COM - Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, menekankan pentingnya momentum setelah anak asuhnya meraih dua kemenangan beruntun di FIFA Match Day bulan ini. Skuad Garuda menaklukkan Oman dengan skor telak 3-0, lalu menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (25/3). Gol tunggal Ole Romeny menjadi penentu kemenangan pada laga yang berlangsung empat hari setelah pertandingan pertama tersebut.
Dua Kemenangan Beruntun yang Langka
Pencapaian ini bukanlah hal biasa bagi Indonesia. Terakhir kali tim Merah Putih memenangi dua pertandingan berturut-turut adalah pada Maret 2024, saat masih di bawah asuhan Shin Tae-yong. Kala itu, Indonesia sukses mengalahkan Vietnam dua kali dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran kedua, masing-masing dengan skor 1-0 dan 3-0.
Sebelumnya, momen serupa terjadi pada Oktober 2023. Ketika itu, Garuda menundukkan Brunei Darussalam dua kali beruntun dengan skor identik 6-0 di putaran pertama kualifikasi yang sama. Herdman pun sadar betul bahwa tren positif ini sudah lama dinantikan.
Pernyataan Herdman: Momentum dan Standar Baru
“Untuk perkembangan tim, kami selalu berbicara tentang momentum. Dua kemenangan beruntun ini sangat penting,” ujar Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan di SUGBK, Selasa.
Pelatih asal Inggris itu menambahkan bahwa timnya belum pernah meraih dua kemenangan beruntun sejak tahun lalu, apalagi melawan lawan-lawan yang peringkatnya lebih tinggi. “Kami belum pernah melakukannya sejak 2024, apalagi melawan dua tim yang peringkatnya lebih tinggi dari kami,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. “Sekarang kami memiliki momentum. Tantangan berikutnya adalah menjaga tren positif ini hingga September dan Oktober (FIFA Match Day). Itulah standar yang ingin kami bangun,” lanjutnya.
Adaptasi Melawan Gaya Bermain Mozambik
Herdman mengakui bahwa laga melawan Mozambik bukanlah pertandingan yang mudah. Ia menilai tim lawan memiliki gaya bermain yang khas. “Saat menghadapi tim-tim Afrika, pertandingan biasanya berlangsung kacau. Jika Anda ikut terbawa ke dalam kekacauan itu, mereka akan menguasai permainan,” jelasnya.
Menurutnya, Mozambik sangat mengandalkan transisi cepat. Beberapa kali, pemain Indonesia terseret ke dalam ritme permainan lawan. Namun, ia bersyukur timnya tetap bisa mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Meski menang, Herdman menyoroti ketajaman lini depan yang masih kurang. Ia mencatat bahwa Indonesia melepaskan 15 tembakan, tetapi hanya tiga yang mengarah ke gawang. “Tim Garuda, kata Herdman, beberapa kali terseret permainan Mozambik, namun ia bersyukur pada akhirnya kemenangan masih dalam genggaman,” tutupnya.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Dukung Sensus Ekonomi 2026 Demi Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran
KPK Lelang 108 Aset Rampasan Korupsi Senilai Rp311 Miliar pada 18 Juni 2026
Kejagung Masih Kaji Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN yang Seret 26 Nama
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio Usai Endorse Kopi di Rumah Pribadi, Isu Hak Asuh Anak Kembali Mencuat