Kapolri Serukan Persatuan Nasional Hadapi Dampak Geopolitik Global di Safari Ramadan Palembang

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 12:25 WIB
Kapolri Serukan Persatuan Nasional Hadapi Dampak Geopolitik Global di Safari Ramadan Palembang

PARADAPOS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (7/3/2026). Agenda yang berpusat di Mapolda Sumsel ini memadukan aksi sosial berupa santunan untuk anak yatim dengan upaya mempererat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan para tokoh agama. Dalam pidatonya, Sigit menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi dampak geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas dalam negeri.

Silaturahmi dan Sambutan Hangat di Bumi Sriwijaya

Kedatangan Kapolri dan rombongan disambut dengan meriah di halaman Mapolda Sumsel. Iringan musik hadroh dan tradisi pengalungan sorban oleh Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan menandai dimulainya acara yang dihadiri sekitar 600 orang tersebut. Peserta yang hadir merupakan perpaduan dari berbagai elemen, mulai dari jajaran Forkopimda, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, hingga perwakilan serikat pekerja, mencerminkan tujuan kegiatan untuk menjalin kebersamaan yang luas.

Santunan dan Seruan Persatuan di Tengah Gejolak Global

Inti dari acara ini tidak hanya pada dimensi spiritual, tetapi juga kepedulian sosial. Kapolri secara simbolis menyerahkan santunan kepada perwakilan anak yatim piatu dari Panti Asuhan Rizky Raisyah. Sebanyak 100 paket bantuan yang berisi tas, alat tulis, dan uang santunan disiapkan untuk meringankan beban mereka.

Momentum Ramadan ini juga dimanfaatkan Sigit untuk menyampaikan pesan penting terkait situasi dunia. Ia secara khusus menyoroti ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia, sebuah kondisi yang berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial.

"TNI, Polri, umara, ulama semuanya harus bersatu. Rakyat semua harus bersatu sehingga kemudian terhadap segala situasi yang ada kita dalam satu barisan," ujarnya.

Ia lantas mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Sumsel, untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Sigit mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kebersamaan, yang telah terbukti saat bangsa ini melewati masa-masa sulit pandemi.

"Indonesia ini bisa menghadapi semua tantangan kalau kita bersatu. Seluruh dunia panik, kita pernah menghadapi kontraksi ekonomi, namun karena kesolidan antara umara, ulama, dan masyarakat, kita bisa kembali," tegasnya.

Ditutup dengan Doa dan Buka Puasa Bersama

Agenda safari ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Polri dan pemerintah daerah, seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho. Acara kemudian berlangsung khidmat dengan tausiyah dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Kemas Muhammad Ali, pengasuh Ponpes Al Asmaaul Husna. Kegiatan ini pun berakhir dengan buka puasa bersama tepat pada pukul 18.20 WIB, mengakhiri rangkaian kunjungan Kapolri dengan nuansa silaturahmi yang kental.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar