SDN di Jakarta Barat Olah Sampah Organik Jadi Ekoenzim untuk Peringati Hari Bumi

- Rabu, 22 April 2026 | 21:00 WIB
SDN di Jakarta Barat Olah Sampah Organik Jadi Ekoenzim untuk Peringati Hari Bumi

PARADAPOS.COM - Sebuah sekolah dasar di Jakarta Barat menggelar kegiatan edukatif dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026. SD Negeri Sukabumi Selatan 07, Kebon Jeruk, mengajak para siswanya mengolah sampah organik menjadi ekoenzim, sebuah cairan serbaguna yang ramah lingkungan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada generasi muda sejak usia dini.

Edukasi Lingkungan dari Bangku Sekolah

Kepala SDN Sukabumi Selatan 07, Bekti Widiyaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan ekoenzim ini dirancang sebagai pembelajaran langsung bagi siswa. Sekolah tidak hanya ingin mengurangi volume sampah organik yang dihasilkan, tetapi juga membekali anak-anak dengan pengetahuan praktis tentang pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini mendapatkan dukungan penuh dari jajaran kelurahan setempat. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kelurahan Sukabumi Selatan menyerahkan bantuan berupa tong komposter sederhana kepada sekolah. Alat ini diharapkan dapat memperlancar proses pengolahan sampah organik di lingkungan sekolah.

Mewujudkan Sekolah Percontohan dan Gaya Hidup Berkelanjutan

Bekti Widiyaningsih memiliki harapan yang besar terhadap dampak jangka panjang dari program ini. Ia berkeinginan agar sekolah yang dipimpinnya dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam hal kepedulian lingkungan.

"Diharapkan SDN Sukabumi Selatan 07 dapat menjadi percontohan sekolah peduli lingkungan serta mendorong siswa menerapkan gaya hidup minim sampah," ungkapnya.

Langkah ini bukanlah yang pertama bagi sekolah tersebut. Aktivitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan telah menjadi bagian dari komitmen mereka, yang sejalan dengan predikat Adiwiyata Mandiri yang telah disandang. Predikat bergengsi ini menjadi pengakuan atas konsistensi sekolah dalam menerapkan pendidikan lingkungan hidup.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini," tegas Bekti menegaskan visi pendidikannya.

Sinergi dengan Pemerintah Lokal untuk Pengurangan Sampah dari Sumber

Dukungan dari pemerintah lokal menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi. Lurah Sukabumi Selatan, Anjas Umaryadi, melihat kegiatan ini sebagai sebuah strategi yang efektif.

Menurutnya, pendekatan edukatif di tingkat sekolah merupakan langkah fundamental untuk mengubah perilaku. "Kegiatan ini menjadi upaya mengurangi sampah dari sumber sekaligus mengedukasi siswa agar dapat menerapkannya di rumah," jelas Anjas.

Dengan demikian, pengetahuan yang didapat siswa di sekolah tidak berhenti di gerbang pagar. Diharapkan, setiap anak akan menjadi duta lingkungan kecil yang membawa praktik baik pengolahan sampah organik ke dalam keluarga dan komunitas tempat mereka tinggal, memperluas dampak positif dari gerakan ini.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar