Gempa Malam Hari Guncang Lebong, Belum Ada Laporan Korban dan Kerusakan

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 20:50 WIB
Gempa Malam Hari Guncang Lebong, Belum Ada Laporan Korban dan Kerusakan

PARADAPOS.COM - Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Guncangan yang terjadi pukul 23.58 WIB itu dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah di Bengkulu dengan intensitas yang bervariasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang ditimbulkan.

Lokasi dan Parameter Guncangan

Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak di darat, sekitar 64 kilometer sebelah barat daya Lebong. Guncangan berasal dari kedalaman 47 kilometer di bawah permukaan bumi, tepatnya pada koordinat 2,99 Lintang Selatan dan 101,63 Bujur Timur.

Analisis cepat dari BMKG menunjukkan variasi kekuatan guncangan di beberapa wilayah. Di Kepahiang dan Kota Bengkulu, gempa dirasakan dengan skala III MMI, di mana getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk yang lewat. Sementara itu, warga di Argamakmur, Mukomuko, Silaut, dan Rejang Lebong merasakan guncangan lebih kuat, yaitu skala IV MMI, yang dapat menyebabkan gemerincing jendela dan gerabah.

Peringatan dari BMKG

Dalam keterangan resminya, pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Meski guncangan utama telah berlalu, potensi gempa susulan selalu ada dan perlu diantisipasi.

"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," pesan lembaga tersebut, menekankan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan pasca-kejadian.

Kondisi Pasca-Gempa

Sejauh ini, situasi di lapangan relatif kondusif. Tidak ada laporan resmi yang masuk mengenai korban luka-luka maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat peristiwa tersebut. Pemantauan terus dilakukan oleh pihak berwenang setempat untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga.

Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa wilayah Bengkulu, yang terletak dekat dengan zona subduksi lempeng, merupakan kawasan yang aktif secara seismik. Pemahaman masyarakat tentang langkah-langkah mitigasi dan evakuasi mandiri menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar